Tampilkan postingan dengan label Info Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Penyakit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 April 2012

Memahami Diare & Dehidrasi


Diare merupakan penyakit yang cukup sering menimpa bayi dan balita, di samping penyakit-penyakit umum lainnya seperti flu, batuk, ataupun sembelit. Untuk memahami apakah bayi terkena diare, periksalah tinja atau feses bayi dengan seksama dan frekuensi BAB-nya. Disebut diare bila tinjanya lebih berair dan disertai BAB yang lebih sering dari biasanya.
Diare umumnya lebih merupakan gangguan daripada masalah medis dan segera hilang dengan adanya cairan ekstra dan perubahan kecil dalam menu makanan. Namun, bila tidak ditangani sejak dini, diare bisa berkembang menjadi dehidrasi dan jika tidak diperhatikan, bayi bisa jadi harus menginap di rumah sakit karena harus memperoleh bantuan infus. Apalagi, ada juga gejala muntah-muntah yang mengiringi penyakit ini sehingga bayi kekurangan nutrisi.
Penyebab diare
Selama masa kanak-kanak, umumnya diare disebabkan oleh infeksi usus dan lambung, flu, ketidakmampuan menerima makanan, atau perawatan antibiotik. Terkadang tinja bayi juga berubah menjadi encer ketika ia sedang tumbuh gigi, namun peristiwa ini biasanya hanya berlangsung beberapa hari dan tidak perlu dicemaskan.
Yang menjadi masalah adalah ketika lapisan yang berhubungan dengan usus terkena infeksi, sebab kondisi ini sangat sulit sembuh. Ketika terkena infeksi, lapisan yang menyerupai sikat ini terluka bersama enzim pencernaan yang ada di dalamnya sehingga makanan yang belum dicerna bisa masuk juga. Maka itu, tinja anak yang terkena diare akibat peradangan lambung dan usus adalah sering keluar, berair, berwarna hijau, berlendir, berbau busuk, terjadi tiba-tiba, dan terkadang ada bercak darah.
Infeksi penyebab diare yang paling umum
  1. Virus. Misalnya virus flu, juga dapat menyebabkan diare.
  2. Bakteri. Ini meliputi E.coli, Salmonella, dan bakteri lainnya. Biasanya infeksi karena bakteri membuat bayi muntah-muntah dan demam. Diare yang berdarah adalah tanda pasti adanya infeksi bakteri di dalam usus.
  3. Parasit. Tanda khas dari parasit adalah tinja yang sangat encer pada diare yang terjadi lebih dari dua minggu.
Umumnya bila anak terkena diare, The American Academy of Pediatrics merekomendasikan diet sebagai berikut: melanjutkan susu formula dengan porsi normal pada waktu 24 jam dan maju ke arah menu regular pada waktu 48 jam. Pada kasus-kasus tertentu, diet BRATY (Banana/pisang, Rice cereal/serealia dari beras, Apple sauce/saus apel, unbuttered Toast/roti panggang tanpa mentega, dan Yoghurt) juga dianjurkan.
Dehidrasi
Diare mengganggu keseimbangan elektrolit dan air dalam tubuh manusia. Padahal, bila tubuh sedang sehat, isi perut dan ginjal dapat mengatur kedua unsur itu dalam komposisi yang akurat agar organ tubuh berfungsi. Kehilangan air dan elektrolit inilah yang disebut dehidrasi. Kondisi ini semakin diperburuk bila bayi Anda juga menderita muntah-muntah.
Tanda-tanda dehidrasi ringan sampai sedang, yaitu:
  1. Berat badan berkurang sampai 5%
  2. Bayi masih bermain, tetapi perilaku lebih tenang
  3. Mulutnya kering, lebih sedikit air mata ketika menangis
  4. Kuantitas urin yang dikeluarkan sering kali lebih sedikit dari biasanya
Tanda-tanda dehidrasi berat, yaitu:
  1. Berat badan berkurang antara 55â?10%
  2. Perilaku lesu atau terlalu sensitif, boleh jadi dia juga rewel
  3. Mata sayu
  4. Bintik lunak di kepala menyusut (pada bayi di bawah usia setahun)
  5. Mulutnya kering, tidak ada air mata ketika menangis
  6. Kulit kering, pucat, dan keriput
  7. Buang air seni jarang (hanya dua kali sehari atau lebih sedikit)
  8. Urin berwarna kuning gelap
Bila bayi Anda menunjukkan tanda-tanda dehidrasi berat tersebut, segeralah bawa si kecil ke rumah sakit karena ia membutuhkan bantuan medis.

Makanan dan Diare

Berbagai makanan yang mengandung lemak, dan memiliki kadar gula yang tinggi, atau mengandung susu dapat menimbulkan masalah bagi orang yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Ada orang yang kekurangan enzim laktase, sehingga mudah alergi laktosa.
Kondisi yang kurang memperhatikan pola makan, kebersihan, dan istirahat dapat membuat daya tahan tubuh menurun. Tidak sedikit diantaranya yang pencernaannya terganggu dan terkena diare. Dikatakan diare, karena seseorang buang air besar lebih banyak berupa cairan. Biasanya disertai rasa mulas dan kadang muntah. Selain itu, diare juga dilihat dari tiga aspek :
Frekuensi
Seseorang dikatakan terkena diare jika buang air besar tiga kali atau lebih dalam sehari.
Konsistensi
Bila bentuk kotoran BAB (Buang Air Besar) berubah menjadi hancur atau cair.
Sensasi
Seseorang memiliki keinginan bolak-balik BAB, mulas, walaupun tidak keluar.
Diare juga terjadi akibat gangguan pada proses penyerapan air dan garam oleh dinding usus karena adanya infeksi, atau terkontaminasi virus atau bakteri, yang dapat mengakibatkan terjadinya peradangan di selaput lendir.
Perut memiliki banyak cairan yang berasal dari minuman, asam, dan cairan lambung, enzim dari pankreas, dan air liur (totalnya sekitar 9 liter cairan setiap harinya). Jika seseorang BAB, cairan yang terbuang adalah sekitar 100 hingga 200 cc.
Usus berperan besar menyerap ulang cairan yang terdapat dalam makanan sisa feses, sehingga tinja berbentuk setengah padat. Jika cairan yang dikuarkan tinja lebih dari 200 cc, maka seseorang tersebut sudah dapat dikatakan terkena diare. Dan jika usus besar terganggu karena infeksi atau terpapar makanan yang tidak biasa, pola kerjanya juga akan berubah. Perubahan inilah yang dapat merangsang terjadinya diare.
Berdasarkan penyebabnya, diare dibedakan menjadi dua kategori :
Diare akut
Disebabkan oleh bakteri (E. Coli, salmovella, shigella). Diare yang disebabkan oleh bakteri ini umumnya disertai gejala panas, dan feses yang disertai lendir dan darah. Hal itu terjadi karena kuman masuk melalui usus, karena tangan yang tidak dicuci bersih, makanan dan minuman yang terkontaminasi. Diare akut juga dapat disebabkan karena alergi makanan atau gangguan penyerapan oleh usus. Pemicunya terjadi karena banyak dan tidak teraturnya makanan yang dikonsumsi, sehingga menimbulkan gangguan absorbi di usus.
Diare kronis
Merupakan diare yang terjadi berulang-ulang, berkelanjutan, dan bahkan terjadi menahun. Umumnya disebabkan oleh organisme atau bakteri yang mampu bertahan dalam tubuh, salah satunya adalah salmonella.
Makanan sangat bermanfaat untuk kebugaran tubuh, namun jika dikonsumsi dalam kapasitas yang berlebih, maka akan berubah menjadi musuh. Contohnya saja jika dalam jumlah normal, serat dapat memperlancar BAB. Namun jika dikonsumsi secara berlebihan, dapat merangsang terjadinya diare. Perlu diketahui juga, bahwa sensitifitas seseorang terhadap berbagai jenis makanan berbeda-beda. Makanan berlemak atau bersantan dalam jumlah banyak, perlu lebih banyak pengosongan dari usus. Kondisi ini dapat dimanfaatkan bakteri untuk berkembang biak.


Source:info-sehat.com

Jangan Panik Karena Diare !


Jumlah kotoran yang dikeluarkan lebih banyak, dan rasa nyeri pada ulu hati. Penderita tipe ini tidak mengalami demam dan mules. Tipe ini disebut sebagai sindroma colera.
Diare kronik terjadi dalam waktu yang lama. Dan dapat terjadi lebih dari 4 minggu. Umumnya disebabkan karena konsumsi obat pencahar, peradangan usus yang berkepanjangan, kanker usus, radang pankreas, kencing manis, kelebihan hormon tiroid, cacingan, gangguan imunologik, dan sebagainya. Pada diare kronik, buang air besar tidak secepat yang terjadi pada diare akut. Biasanya berjalan perlahan, dan semakin lama semakin sering.
Di luar kedua tipe di atas, ada juga jenis diare yang setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan penyebabnya. Diare ini dikenal dengan Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sindroma iritabilitas usus. Seseorang yang menderita diare tipe ini biasanya sedang mengalami stres (masalah kantor, rumah tangga, ujian, dan lain-lain).
Hal utama yang harus diperhatikan dalam menanggulangi diare adalah masalah kehilangan cairan tubuh yang berlebihan (dehidrasi). Jika tidak segera diatasi, dehidrasi akan membahayakan penderita, terutama balita dan anak-anak. Pada penderita diare ringan, garam oralit dapat membantu. Namun jika dehidrasi yang diderita sedemikian berat, maka perlu bantuan infuse. Berikan oralit sebagai pengganti cairan tubuh, konsumsi antibiotik dan obat lainnya. Di samping itu, berikan makanan kembali (refeeding) karena selama diare (terutama anak-anak) asupan makanan sangat kurang karena tidak adanya nafsu makan. Jangan menghentikan pemberian susu dan semua jenis makan selama diare. Hindari mengkonsumsi makanan dan minuman yang dijual di tempat terbuka, karena kemungkinan besar tercemar kuman penyakit. Akan lebih baik jika makanan dibuat sendiri. Karena kualitas kebersihannya sudah pasti terjamin. Hindari minum air mentah, yang dapat mengandung kuman penyebab diare.
Obat untuk diare dapat digolongkan menjadi tiga kelompok besar, yaitu kelompok spasmolitik, kemoterapeutik, dan obstipansia. Obat spasmolitik yaitu obat-obat yang dapat melepaskan kejang otot. Umumnya bagi penderita diare terjadi pada otot perut. Obat-obatan kemoterapeutik adalah obat-obatan untuk memberantas kuman penyakit, seperti antibiotik. Obat-obatan ini sering digunakan masyarakat untuk mengatasi diare. Sedangkan obat-obatan obstipansia adalah obat yang berfungsi menghentikan diare melalui mekanisme kerja dalam tubuh. Obat ada yang bekerja dengan cara menekan gerakan peristaltik usus, menciutkan selaput lendir usus, dan menyerap zat-zat racun akibat kuman.

source:info-sehat.com

Cara Jitu Atasi Diare


Biasanya diare pada anak-anak dianggap suatu hal yang enteng sehingga ketika datang ke dokter sudah terlambat, anak kekurangan cairan, lemas hingga dehidrasi berat. Padahal masalah diare sebetulnya dapat diatasi di rumah.
Diare dapat menyerang semua kalangan, baik kaya ataupun miskin.Pada umumnya bayi berumur kurang dari satu bulan sudah dinyatakan diare jika frekuensi pup-nya lebih dari empat kali sehari. Kebanyakan penyebab diare adalah rotavirus .Virus tersebut masuk melalui mulut dan penularannya melalui kontaminasi tangan, botol, alat makan.Orang tua harus mulai mewaspadai jika anak mulai pup-nya tidak normal karena diare, anak mulai lemas kemudian ditandai dengan demam, misalnya suhu lebih 39.5°C. Ciri-ciri diare rotavirus biasanya bau pup-nya lebih asam, berair, anus kadang ikut memerah, BAB berbusa, kentut lebih banyak karena gas dalam tubuh yang cukup tinggi.
Stop memberikan antibiotika. Virus tidak membutuhkan antibiotika karena justru akan memperburuk keseimbangan bakteri usus.
Yang paling penting adalah rehidrasi, dengan memberikan cairan secukupnya yaitu oralit atau pedialit. Metode pemberian dengan frekuensi kecil, misalnya pemberian dua sendok setiap dua menit. Air tajin juga ampuh untuk mengatasi diare.
Anak yang diare tetap diberikan asupan makanan, seperti hari biasanya dan jangan lupa susu yang tidak mengandung laktosa. Hanya perlu dihindari makanan berserat dan manis seperti buah melon, pepaya, jeruk dan sayur. Berikan saja buah pisang. Makanan cukup penting karena untuk pembentukan tubuh dan memperbaiki jaringan usus agar bisa pulih.
Pemberian ASI tetap diberikan karena bayi yang diberikan ASI eksklusif selama enam bulan sangat jarang, bahkan cenderung tidak terkena diare.
Yoghurt juga dapat menjadi alternatif mengatasi diare, yang perlu diperhatikan adalah kualitas yoghurt. Menurut standar internasional, yoghurt harus mengandung maksimum 10 Coliform per gram dan 100 kapang atau khamir per gram,s elain itu tidak boleh mengandung lebih dari 2% senyawa pembentuk tekstur (penstabil, pembentuk gel, pengental atau pengemulsi), asam sitrat, pewarna makanan, pengawet makanan yang diizinkan. Bakteri baik atau probiotik akan menghasilkan antibiotika alami, yang membantu keutuhan usus, proses metabolisme, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

source:info-sehat.com

Tidur Mendengkur


Mendengkur merupakan tanda adanya gangguan pada saluran pernafasan. Dengkur menunjukkan adanya obstruksi (sumbatan) pada sebagian saluran nafas atas, yang menunjukkan gejala penyakit obstructive sleep apnea (OSA). Oleh karena itu mendengkur dapat dikatakan sebagai silent killer.


OSA merupakan berhentinya aliran pernafasan selama beberapa detik saat tidur, walau ada upaya bernafas (respirasi effort). OSA dapat menimbulkan sejumlah komplikasi yang berbahaya, di antaranya :
  1. Hipertensi (resiko dua hingga tiga kali) 
  2. Jantung koroner (resiko dua kali) 
  3. Stroke 
  4. Kematian mendadak
Tidur yang normal untuk orang dewasa adalah 6 hingga 8 jam. Saat tidur, tubuh melakukan proses regenerasi untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak, termasuk proses penyembuhan dari berbagai penyakit. Orang yang tidur dengan mendengkur cenderung memiliki jam tidur yang kurang. Ia sering merasakan gejala seperti lemas saat bangun tidur, daya ingat dan konsentrasi yang rendah, kehilangan emori, iritabilitas (mudah teriritasi), dan mudah mengantuk.
Menurur ketua departemen THT FKUI-RSCM, mendengkur dan OSA umumnya terjadi pada orang dewasa (pria dan orang lanjut usia lebih sering mengalaminya dibandingkan dengan wanita). Anak-anak juga beresiko mengalaminya, namun memiliki faktor penyebab yangberbeda dengan yang orang dewasa alami. Umumnya mereka mengalami hal tersebut karena pembesaran amandel.
Mendengkur dan OSA terjadi karena banyak faktor. Lokasi penyumbatan saluran pernafasan (obstruksi) dapat terjadi lebih dari satu titik. Untuk mengetahuinya secara pasti, sangat perlu dilakukan pemeriksaan saluran pernafasan, mulai dari level hidung hingga daerah laring dengan nasofaringoskopi serat optik. Obstruksi pada hidung dapat terjadi akibat inflamasi mukosa atau kelainan struktural. Obstruksi saluran nafas juga dapat terjadi pada level velofaring atau retropatal, retroglosal, dan hipofaring. Loka obstruksi sangat penting diketahui karena berkaitan dengan kesesuaian derajat berat atau ringannya OSA, yang ditentukan melalui pemeriksaan polisomnografi. Hasil polisomnografi akan menentukan jenis terapi yang tepat untuk pasien, apakah dengan teknik bedah atau non bedah.
Terapi bedah dapat dilakukan dengan berbagai metod, sesuai dengan kondisi dan tingkat keparahan penyakit pasien. Di antaranya teknik implant pillar, radiofrekuensi konka inferior, cautery assisted palatal stiffening operation somnoplasty, uvula palato pharyngoplasti, dan tongue base surgery. Sedangkan terapi non bedah dapat menggunakan continous positive airway pressure (CPAP), berupa alat seperti topeng yang dikenakan penderita saat ingin tidur. CPAP terbaru dapat menyesuaikan pola nafas alami dan memiliki beberapa keistimewaan karena lebih mudah dan nyaman, memiliki ukuran lebih kecil dan lebih ringan, tidak berisik, dan mudah untuk dibawa bepergian.

Minggu, 22 Januari 2012

Hati-hati, Penyakit Kutil dapat Berbahaya ...


Secara garis besar, kutil dibedakan menjadi dua, yakni veruca vulgaris (caplak) dan epidermodysplasia verruciformis. Epiderma artinya kulit, dysplasia adalah sel-sel yang membelah, sedangkan verruciformis artinya bertangkai menyerupai jengger ayam. Jadi epidermodysplasia verruciformis berarti sel-sel kulit yang membelah bertangkai menyerupai jengger ayam, yang disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV).


Virus HPV sering ditemukan pada kutil kelamin (condiloma), yang menyerang organ kelamin melalui hubungan intim. Kutil kelamin ditandai benjolan-benjolan di organ intim. Benjolan itu mudah diatasi bila diketahui secara dini dan segera mendapat penanganan. Bila tidak segera diobati, kutil akan berkembang menjadi jengger ayam bahkan bisa berpotensi menjadi keganasan.
Virus HPV dapat ditularkan melalui sentuhan langsung atau memakai pakaian orang yang membawa virus tersebut. Kutil juga dapat muncul pada orang yang memiliki kelainan genetik (bersifat keturunan). Kelainan genetik menghalangi sistem kekebalan tubuh dan membuatnya tak mampu membendung pertumbuhan kutil.
Kutil yang disebabkan oleh virus HPV dapat diatasi sebelum terlambat. Pengobatan yang dilakukan adalah dengan memberikan obat anti-virus oral. Bila tidak membuahkan hasil dapat dilanjutkan dengan bedah listrik atau bedah beku. Diberikan pula obat-obatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Hanya kutil akibat virus HPV yang memiliki kecenderungan untuk kambuh. Apabila faktor pemberatnya adalah kelainan genetik yang membuat daya tahan tubuhnya rendah, maka penderita diberikan obat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya selama seumur hidup.  Dengan begitu, kutil tidak akan muncul walaupun tertular virus HPV.

source:info-sehat.com

Kegemukan (Obesitas)

Apa sih kegemukan itu?
Definisi gemuk atau kegemukan sangat bervariasi terggantung bagaimana kita memandangnya namun secara umum kegemukan adalah kelebihan lemak tubuh yang dialami oleh seseorang secara khronis. Pada kondisi normal, lemak tubuh berfungsi sebagai cadangan energi, pengatur suhu tubuh, pelindung dari trauma dan fungsi fungsi lainnya.
Secara ideal, pada tubuh seorang perempuan terdiri dari 25 – 30% lemak sementara pada laki laki 18 – 23%. Bila lemak tubuh melebihi 30% pada perempuan dan 25% pada laki laki maka orang tersebut sudah bisa dikategorikan gemuk atau obese. Cara menghitung kegemukan yang paling mudah adalah dengan membandingkan antara tinggi badan (kg) dengan berat badan (m) atau dikenal dengan istilah Body Mass Index (BMI).
Apa saja faktor resiko yang berhubungan dengan kegemukan?
Selain masalah kosmetik, kegemukan merupakan masalah kesehatan yang sangat serius. Di Amerika sana, 300.000 kematian per tahun disebabkan oleh karena faktor kegemukan. Kegemukan dapat memicu timbulnya beberapa penyakit khronis yang sangat serius seperti :
  • Resistensi Insulin. Insulin dalam tubuh berguna untuk menghantarkan glukosa sebagai bahan bakar pembentukan energi ke dalam sel. Dengan memindahkan glukosa ke dalam sel maka insulin akan menjaga kadar gula darah ke tingkat yang normal. Pada orang gemuk terjadi penumpukan lemak yang tinggi di dalam tubuhnya, sementara lemak sangat sangat resisten terhadap insulin. Sehingga, untuk menghantarkan glukosa ke dalam sel lemak dan menjaga kadar gula darah tetap normal, pankreas sebagai pabrik insulin memproduksi insulin dalam jumlah yang banyak. Lama kelamaan, pankreas tidak sanggup lagi memproduksi insulin dalam jumlah besar sehingga kadar gula darah berangsur naik dan terjadilah apa yang disebut Diabetes Melitus Tipe 2.
  • Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi). Hipertensi sangat umum terjadi pada orang gemuk. Para peneliti di Norwegia menyebutkan bahwa peningkatan tekanan darah pada perempuan gemuk lebih mudah terjadi jika dibandingkan dengan laki laki gemuk. Peningkatan tekanan darah juga mudah terjadi pada orang gemuk tipe apel (central obesity, konsentrasi lemak pada perut) bila dibandingan dengan mereka yang gemuk tipe buah pear (konsentrasi lemak pada pinggul dan paha).
  • Peningkatan Kadar Kolesterol (hypercholesterolemia).
  • Stroke.
  • Serangan Jantung. Penelitian terakhir menunjukan bahwa resiko terkena penyakit jantung koroner pada orang gemuk tiga sampai empat kali lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang normal. Setiap peningkatan 1 kilogram berat badan terjadi peningkatkan kematian akibat penyakit jantung koroner sebanyak 1%.
  • Gagal Jantung.
  • Kanker. Walau masih menuai kontroversi, beberapa penelitian menyebutkan bahwa terjadi peningkatan resiko terjadinya kanker usus besar, prostat, kandung kemih dan kanker rahim pada orang gemuk. Pada perempuan yang telah menopause rawan terjadi kanker payudara.
  • Batu Empedu.
  • Radang Sendi (Gout).
  • Osteoporosis.
  • Gangguan Tidur.
Apa yang menyebabkan kegemukan?
Keseimbangan antara asupan kalori dengan pengeluaran energi akan menjaga keseimbangan berat badan seseorang. Jika seseorang memakan banyak kalori sementara pembakarannya menjadi energi kurang maka cadangan kalori akan disimpan dalam bentuk lemak yang akan membuat berat badan orang tersebut meningkat. Sebagian besar penyebab kegemukan adalah tingginya konsumsi kalori tanpa dibarengi oleh aktifitas fisik yang memadai. Beberapa penyebab kegemukan adalah :
  • Keturunan (Genetik). Seorang anak mempunyai kecenderungan menjadi gemuk jika kedua orang tuanya gemuk. Genetik juga berperanan dalam mempengaruhi fungsi hormon yang mengatur perlemakan tubuh.
  • Terlalu banyak makan. Terlalu banyak makan akan menyebabkan penambahan berat badan terutama jika makanan yang dikonsumsi banyak mengandung lemak dan gula seperti misalnya makanan siap saji, makanan yang digoreng dan manisan.
  • Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana. Para ahli berpendapat, karbohidrat sederhana seperti gula, fruktosa, soft drink, bir, dan anggur akan menyebabkan penambahan berat badan karena karbohidrat jenis ini lebih mudah diserap oleh tubuh.
  • Frekuensi makan. Hubungan frekuensi makan dan penambahan berat badan masih kontroversial. Para ahli menyebutkan bahwa orang yang makan dalam jumlah sedikit dengan frekuensi 4 – 5 kali sehari memiliki kadar kolesterol dan kadar gula darah yang lebih rendah jika dibandingkan dengan mereka yang frekuensi makannya kurang dari itu.
  • Metabolisme yang lambat. Perempuan memiliki massa otot yang lebih kecil dari laki laki. Otot membakar kalori lebih banyak dari jaringan tubuh yang lain, sehingga metabolisme pada perempuan jauh lebih lambat daripada laki laki. Hal ini akan menyebabkan perempuan mempunyai kecendrungan lebih mudah gemuk jika dibandingkan dengan laki laki.
  • Kurangnya aktifitas fisik. Orang yang aktif beraktifitas akan membakar kalori lebih banyak jika dibandingkan dengan mereka yang bermalas malasan,
  • Obat obatan. Beberapa obat yang berhubungan dengan penambahan berat badan antara lain, obat anti depresi, obat anti kejang, obat obatan diabetes, kontrasepsi oral, obat obatan kortikosteroid dan beberapa obat penurun tekanan darah.
  • Faktor psikologis. Pada beberapa orang, emosi mempengaruhi kebiasaan makan. Ada orang yang tiba tiba ingin makan banyak saat sedang emosi. Padahal bila nantinya berat badan meningkat akan menimbulkan masalah psikologi lainnya.
  • Penyakit. Beberapa penyakit yang dapat meningkatkan berat badan antara lain hipotiroid, resistensi insulin, PCO, dan sindroma cushing.
Apakah faktor lain yang berhubungan dengan kegemukan?
Berikut beberapa faktor lain yang berhubungan dengan kegemukan selain beberapa hal yang telah saya sebutkan diatas.
  • Ras. Orang kulit hitam dan orang hispanik mempunyai kecenderungan lebih mudah menjadi gemuk jika dibandingkan dengan orang kaukasian danasia.
  • Berat badan saat anak anak. Kegemukan pada masa anak anak dan remaja juga mempengaruhi terjadinya kegemukan pada usia dewasa.
  • Hormon. Perempuan lebih mudah gemuk terutama saat hamil, menopausedan saat mengkonsumsi kontrasepsi oral.
Apakah Body Mass Index (BMI) itu?
Seperti telah saya sebutkan diatas, cara paling mudah untuk menghitung kegemukan adalah dengan mencari nilai BMI. Rumus BMI adalah Berat Badan dalam kg dibagi dengan Tinggi Badan dalam meter dikuadratkan.
Berikut adalah intepretasi dari nilai BMI.
  • 25 – 29,9 : Pra obese.
  • 30 – 34,9 : Obese Kelas I.
  • 35 – 39.9 : Obese Kelas II.
  • Diatas 40  : Obese Kelas III.
Harap diingat, semakin tinggi nilai BMI anda maka semakin tinggi pula resiko anda menderita beberapa penyakit yang saya sebutkan diatas.
Tools untuk menghitung BMI dan beberapahal lainnya bisa dilihat disini.

Source:blogdokter.net

Mengenal Diabetes

Diabetes mellitus (DM) berasal dari kata Yunani diabaínein, yang berarti “tembus” atau “pancuran air”, dan dari kata Latin mellitus yang berarti “rasa manis”.Di Indonesia (dan negara berbahasa Melayu) lebih dikenal sebagai kencing manis.

Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglisemia) yang terus-menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Sumber lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron.

Semua jenis diabetes mellitus memiliki gejala yang mirip dan komplikasi pada tingkat lanjut. Hiperglisemia sendiri dapat menyebabkan dehidrasi dan ketoasidosis. Komplikasi jangka lama termasuk penyakit kardiovaskular (risiko ganda), kegagalan kronis ginjal (penyebab utama dialisis), kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, serta kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi dan gangren dengan risiko amputasi. Komplikasi yang lebih serius lebih umum bila kontrol kadar gula darah buruk.

Penyebab
Agar lebih memahami diabetes, sangat penting untuk terlebih dahulu memahami proses normal dari metabolisme makanan. Beberapa hal yang terjadi ketika makanan dicerna:
  1. Gula atau yang disebut glukosa masuk kedalam aliran darah. Glokosa merupakan sumber bahan bakar utama bagi tubuh.
  2. Organ tubuh yang disebut pankreas memproduksi insulin. Peranan dari insulin adalah mengangkut glukosa dari darah menuju otot, lemak, dan sel-sel hati, diamana kana digunakan sebagai bahan bakar.
Penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang tinggi. Ini disebabkan karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin ataupun otot, lemak dan sel-sel hati tidak merespon insulin secara normal. Ataupun kedua-duanya.
Sebuah analogi yang cukup pas menggambarkan hal ini disampaikan oleh Mistra dalam bukunya 3 Jurus Melawan Diabetes Mellitus. Mistra menganalogikan hormon insulin sebagai sopir angkutam umum sebuah kota. Jika para supir angkutan kota mogok massal, orang-orang akan berkumpul ditepi jalan menanti jasa angkutan. Orang-orang (calon penumpang) ini diibaratkan sebagai gula dalam darah. Jika hormoninsulin tidak ada atau sedikit jumlahnya maka gula yang ada dalam darah tidak dapat terangkut sehingga menyebar diseluruh pembuluh darah.

Secara umum, asupan gula dalam darah disimpan dalam hati. Di sini diolah menjadi glikogen. Jika tubuh memerlukan, hati akan mengeluarkan dan mengolah kembali menjadi glukosa. Bagi orang normail, sebanyak apapun konsumsi gula tidak mengganggu organ tubuh.Namun, tidak demikian bagi diabetesi. Jika buang air kecil, airnya agak kental dan terasa manis. Ini dikarenakan banyaknya gula yang berada dalam darah. Gula tersebut dibersihkan dan dikumpulkan dalam kandung kemih oleh ginjal.

WHO telah mendefenisikan 3 jenis diabetes:

Diabets Tipe 1, biasanya tediagnosa sejak usia kanak-kanak.is usually diagnosed in childhood. Tubuh penderita hanya sedikit menghasilkan insulin atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan insulin, oleh karena itu untuk bertahan hidup penderita harus mendapat suntikan insulin setiap harinya. Tanpa pengaturan harian, kondisi darurat dapat terjadi.

Diabetes Tipe 2, lebih umum ditemui daripada type 1 dan mencapai 90% atau lebih dari seluruh kasus diabetes. Biasanya terjadi di usia dewasa. Pada tipe-2 ini, pankreas tidak cukup membuat insulin untuk menjaga level gula darah tetap normal, seringkasili disebabkan tubuh tidak merespin dengan baik terhadap insulin tersebut.Kebanyakan orang tidak menyadari telah menderita dibetes tipe-2, walaupun keadaannya sudah menjadi sangat serius. Diabetess type 2 sudha menjadi umum dialami didunia maupun di Indonesia, dan angkanya terus bertambah akibat gaya hidup yang tidak sehat, kegemukan dan malas berolahraga.

Gestational diabetes, adalah kondisi gula darah yang tinggi yang terjadi pada masa kehamilan, terjadi pada orang yang tidak menderita diabetes. Umunnya akan kembali normal setelah masa kehamilan.

Diabetes Melitus menempati urutan ke-4 dalam ranking pembunuh manusia. Kongres Federasi Diabetes International tahun 2003 menyebutkan bahwa sekitar 194 Juta orang di dunia menderita penyakit ini. Di Indonesia sendiri tercatat 2,5 juta orang dan diperkirakan akan terus bertambah.
Banyak faktor resiko diabetes, termasuk diantaranya:
  1. Ayah atau Ibu, saudara laki-laki atau perempuan yang menderita diabetes (faktor keturunan)
  2. Kegemukan
  3. Usia diatas 45 tahun
  4. Gestational diabetes atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 Kg
  5. Tekanan darah tinggi
  6. Angka Triglycerid (salah satu jenis molekuk lemak) yang tinggi
  7. Level kolesterol yang tinggi
  8. Gaya hidup modern yang cenderung banyak mengkonsumsi makanan instan.
  9. Perokok
  10. Stress
Asosiasi Diabetesi Amerika (ADA) merekomendasikan untuk melakukan pengecekan terhadap diabetes minmal setiap tiga tahun sekali bagi orang dewas. Untuk yang beresiko tinggi dianjurkan untuk lebih sering lagi.

Gejala
Diabetes Tipe-1:
  • Rasa haus yang sering
  • Sering buang air kecil
  • Berat badan yang terus turun, namun selera makan terus tinggi
  • Kelelahan
  • Mual
  • Muntah
Diabetes tipe 2:
  • Cepat merasa lapar dan haus
  • Sering buang air kecil terutama pada malam hari
  • Gampang lelah, sering merasa mengantuk.
  • Penglihatan kabur
  • Sering kesemutan terutama pada kaki dan tangan
  • Kehilangan berat badan dengan cepat tanpa usaha apapun
  • Gatal-gatal pada kelamin luar
  • Gairah seksual menurun dan cenderung impotensi
   Jika terkena infeksi, sembuhnya lama.


source:rumahdiabetes.com






Jenis Pemerikasaan yang Harus Dilakukan Penderita Diabetes

laboratoriumSalah satu program mengelola diabetes (management diabetes) oleh seorang diabetisi tidak semata-mata hanya perlu melakukan pemeriksaan kadar gula darah setiap hari.

Seperti diketahui bahwa masalah yang dihadapi oleh seorang diabetisi adalah timbulnya komplikasi spesifik seperti retinopati (bisa menyebabkan kebutaan), gagal ginjal, neuropati, aterosklerosis (bisa menyebabkan stroke), gangren, dan penyakit arteria koronaria (coronary artery disease).Oleh sebab itu seorang diabetisi membutuhkan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui dan memantau perkembangan komplikasi spesifik diatas. Dengan demikian, perkembangan penyakit bisa dimonitor dan dapat mencegah komplikasi.

Jenis Pemeriksaan yang dilakukan:

1. Pemeriksaan untuk Pemantauan Pengelolaan Diabetes
Yang digunakan adalah kadar glukosa darah puasa, 2 jam PP, dan pemeriksaan glycated hemoglobin, khususnya HbA1C, serta pemeriksaan fruktosamin. Pemeriksaan fruktosamin saat ini jarang dilakukan karena pemeriksaan ini memerlukan prosedur yang memakan waktu lama. Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan ialah urinalisarutin. Pemeriksaan ini bisa dilakukan sebagai self-assessment untuk memantau terkontrolnya glukosa melalui reduksi urin.

Pemeriksaan HbA1C 

HbA1C adalah komponen Hb yang terbentuk dari reaksi non-enzimatik antara glukosa dengan N terminal valin rantai b Hb A dengan ikatan Almidin. Produk yang dihasilkan ini diubah melalui proses Amadori menjadi ketoamin yang stabil dan ireversibel.

Metode pemeriksaan HbA1C:
  •        Ion-exchange chromatography
  •        HPLC (high performance liquid chromatography)
  •        Electroforesis, Immunoassay
  •        Affinity chromatography
  •        Analisis kimiawi dengan kolorimetri.

Metode Ion Exchange Chromatography: harus dikontrol perubahan suhu reagen dan kolom, kekuatan ion, dan pH dari bufer. Interferens yang mengganggu adalah adanya HbS dan HbC yang bisa memberikan hasil negatif palsu.

Metode HPLC: prinsip sama dengan ion exchange chromatography, bisa diotomatisasi, serta memiliki akurasi dan presisi yang baik sekali. Metode ini juga direkomendasikan menjadi metode referensi.

Metode agar gel elektroforesis: hasilnya berkorelasi baik dengan HPLC, tetapi presisinya kurang dibanding HPLC. Hb F memberikan hasil positif palsu, tetapi kekuatan ion, pH, suhu, HbS, dan HbC tidak banyak berpengaruh pada metode ini.

Metode Immunoassay (EIA): hanya mengukur HbA1C, tidak mengukur HbA1C yang labil maupun HbA1A dan HbA1B, mempunyai presisi yang baik.

Metode Affinity Chromatography: non-glycated hemoglobin serta bentuk labil dari HbA1C tidak mengganggu penentuan glycated hemoglobin, tak dipengaruhi suhu. Presisi baik. HbF, HbS, ataupun HbC hanya sedikit mempengaruhi metode ini, tetapi metode ini mengukur keseluruhan glycated hemoglobin, sehingga hasil pengukuran dengan metode ini lebih tinggi dari metode HPLC.

Metode Kolorimetri: waktu inkubasi lama (2 jam), lebih spesifik karena tidak dipengaruhi non-glycosylated ataupun glycosylated labil. Kerugiannya waktu lama, sampel besar, dan satuan pengukuran yang kurang dikenal oleh klinisi, yaitu m mol/L.

Interpertasi Hasil Pemeriksaan HbA1C 
HbA1C akan meningkat secara signifikan bila glukosa darah meningkat. Karena itu, HbA1C bisa digunakan untuk melihat kualitas kontrol glukosa darah pada penderita diabetes (glukosa darah tak terkontrol, terjadi peningkatan HbA1C-nya ) sejak 3 bulan lalu (umur eritrosit). HbA1C meningkat: pemberian Tx lebih intensif untuk menghindari komplikasi.
Nilai yang dianjurkan PERKENI untuk HbA1C (terkontrol): 4%-5,9%.4 Jadi, HbA1C penting untuk melihat apakah penatalaksanaan sudah adekuat atau belum. Sebaiknya, penentuan HbA1C ini dilakukan secara rutin tiap 3 bulan sekali.


2. Pemeriksaan untuk Memantau Komplikasi Diabetes
Komplikasi spesifik DM: aterosklerosis, nefropati, neuropati, dan retinopati. Pemeriksaan laboratorium bisa dilakukan untuk memprediksi beberapa dari komplikasi spesifik tersebut, misalnya untuk memprediksi nefropati dan gangguan aterosklerosis.

Pemeriksaan Mikroalbuminuria 
Pemeriksaan untuk memantau komplikasi nefropati: mikroalbuminuria serta heparan sulfat urine (pemeriksaan ini jarang dilakukan). Pemeriksaan lainnya yang rutin adalah pemeriksaan serum ureum dan kreatinin untuk melihat fungsi ginjal.

Mikroalbuminuria: ekskresi albumin di urin sebesar 30-300 mg/24 jam atau sebesar 20-200 mg/menit.  Mikroalbuminuria ini dapat berkembang menjadi makroalbuminuria. Sekali makroalbuminuria terjadi maka akan terjadi penurunan yang menetap dari fungsi ginjal. Kontrol DM yang ketat dapat memperbaiki mikroalbuminuria pada beberapa pasien, sehingga perjalanan menuju ke nefropati bisa diperlambat.
Pengukuran mikroalbuminuria secara semikuantitatif dengan menggunakan strip atau tes latex agglutination inhibition, tetapi untuk memonitor pasien tes-tes ini kurang akurat sehingga jarang digunakan. Yang sering adalah cara kuantitatif: metode Radial Immunodiffusion (RID), Radio Immunoassay (RIA), Enzym-linked Immunosorbent assay (ELISA), dan Immunoturbidimetry. Metode kuantitatif memiliki presisi, sensitivitas, dan range yang mirip, serta semuanya menggunakan antibodi terhadap human albumin. Sampel yang digunakan untuk pengukuran ini adalah sampel urine 24 jam.

Interpretasi Hasil Pemeriksaan Mikroalbuminuria 
Menurut Schrier et al (1996), ada 3 kategori albuminuria, yaitu albuminuria normal (<20 mg/menit), mikroalbuminuria (20–200 mg/menit), Overt Albuminuria (>200 mg/menit). Pemeriksaan albuminuria sebaiknya dilakukan minimal 1 X per tahun pada semua penderita DM usia > 12 tahun.

3. Pemeriksaan untuk Komplikasi Aterosklerosis 
Pemeriksaan untuk memantau komplikasi aterosklerosis ini ialah profil lipid, yaitu kolesterol total, low density lipoprotein cholesterol (LDL-C), high density lipoprotein cholesterol (HDL-C), dan trigliserida serum, serta mikroalbuminuria. Pada pemeriksaan profil lipid ini, penderita diminta berpuasa sedikitnya 12 jam (karena jika tidak puasa, trigliserida > 2 jam dan mencapai puncaknya 6 jam setelah makan).

4. Pemeriksaan untuk Komplikasi Lainnya 
Pemeriksaan lainnya untuk melihat komplikasi darah dan analisa rutin. Pemeriksaan ini bisa untuk melihat adanya infeksi yang mungkin timbul pada penderita diabetes.
Untuk pemeriksaan laboratorium infeksi, sering dibutuhkan kultur (pembiakan), misalnya kultur darah, kultur urine, atau lainnya. Pemeriksaan lain yang juga seringkali dibutuhkan adalah pemeriksaan kadar insulin puasa dan 2 jam PP untuk melihat apakah ada kelainan insulin darah atau tidak.
Kadang-kadang juga dibutuhkan pemeriksaan lain untuk melihat gejala komplikasi dari diabetes, misalnya adanya gangguan keseimbangan elektrolit dan asidosis/alkalosis metabolik maka perlu dilakukan pemeriksaan elektrolit dan analisa gas darah.
Pada keadaan ketoasidosis juga dibutuhkan adanya pemeriksaan keton bodies, misalnya aceton/keton di urine, kadar asam laktat darah, kadar beta hidroksi butarat dalam darah, dan lain-lainnya. Selain itu, mungkin untuk penelitian masih dilakukan pemeriksaan biomolekuler, misalnya HLA (Human Lymphocyte Antigen) serta pemeriksaan genetik lain.


source:indodiabetes.com