Tampilkan postingan dengan label Teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teladan. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2012

Cacat Tubuhnya Membawa Kekuatan


Bayangkan terlahir tanpa tangan dan kaki. Nick Vujicic sempat ingin bunuh diri. Tapi perlahan dia belajar menerima diri dan berbalik 180 derajat, berusaha berprestasi bahkan menjadi motivator. Sekilas, pemuda Brisbane, Australia, ini tampak seperti sosok tunadaksa biasa. Nick Vujicic tidak memiliki lengan dan kaki. Hanya kaki kiri yang tumbuh, namun mungil dan tak sempurna dengan dua jari. Tapi dari air mukanya yang selalu cerah dan tersenyum, tampak bahwa Nick (28) berbeda.

Nick Vujicic bertahun-tahun mengalami kekerasan, baik fisik maupun sekadar digoda, oleh teman-teman sekelasnya. (foto: ist)
Jika sebagian tunadaksa terpuruk dan menyerah dengan keadaan. Nick sebaliknya. Dia justru berusaha keras melakukan banyak hal. Termasuk yang tidak semua orang normal bisa lakukan, seperti berenang. Tak hanya itu, dia menularkan jiwa positifnya kepada setiap orang. Nick sekarang menjadi motivator dan penulis buku motivasi. Judulnya Life Withhout Limits dan Hug. Dia sudah keliling dunia untuk memberikan ceramah, dan tak terhitung jumlah orang ingin mendekat dan menangis memeluknya.
Sedih berkepanjangan
Tidak ada penjelasan medis mengapa Nick terlahir cacat. Orangtua Nick sempat terpukul mengetahui anak pertama mereka terlahir cacat. Dua adik laki-laki dan perempun Nick sendiri tumbuh sempurna. Berbulan-bulan mereka sedih, bahkan bertanya kepada Tuhan mengapa saya terlahir begini?”cerita Nick dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu, yang kemudian diunggah ke website-nya. Mereka mengkhawatirkan masa depan Nick. Bagaimana kelak Nick hidup normal dan bahagia? Bagaimana sekolah dan karirnya?

Dugaan orangtua tak sepenuhnya salah, karena semasa kanak-kanak Nick merasa sangat menderita. Saat Nick memasuki usia sekolah, ibunya disarankan untuk memasukkan Nick ke sekolah khusus anak-anak cacat. Tapi sang ibu menolak. “Sekolah-sekolah semacam itu penuh anak-anak cacat, dengan keterbelakangan mental. Sementara ibu tahu saya normal, cerdas, dan lingkungan seperti itu tak akan menguntungkan saya. Tidak ada yang kurang dengan saya, kecuali beberapa bagian saja, “ungkap Nick. Sang ibu bersikukuh memasukkanya ke sekolah umum di Australia. Dia berulang-ulang bertemu dengan pihak sekolah, dan Nick harus menjalani banyak tes sebelum akhirnya bisa masuk.
Sekolah juga dibenahi dengan fasilitas tambahan, agar Nick bisa bersekolah dengan nyaman. Ada juga ‘waktu khusus’ agar Nick bisa ke kamar kecil dan sebagainya dengan bantuan orang lain. Perjuangan sang ibu tidak sia-sia. Setelah Nick, anak-anak berkebutuhan khusus lainnya menyusul. “Saya salah satu generasi pertama yang sukses masuk ke sekolah umum, “ungkap Nick.
Bahkan PM Australia pernah mengunjunginya di sekolah, menyebut Nick sebagai pionir pembauran anak-anak normal dengan yang berkebutuhan khusus di sekolah umum. Tapi, tentu saja semua tidak terjadi dengan mudahnya. Nick yang merasa kesepian jadi tidak percaya diri serta depresi. Batinnya tak tenang, dan terus bertanya : Mengapa saya yang menerima cobaan ini?
“Saya bertahun-tahun mengalami kekerasan, baik fisik maupun sekadar digoda, oleh teman-teman sekelas, “papar Nick. “Tentu saja sakit. Tapi selama itu, Tuhan membantu saya mengatasinya dengan cara mempelajari apa yang Tuhan pikirkan tentang saya,” sambung Nick, seraya menyebutkan salah satu ayat dalam al-Kitab, Psalm 139:17-18.
Maknanya adalah kita selalu bersama Tuhan. Kendati cobaan berdatangan, sungguh tak terhitung karunia Tuhan yang patut disyukuri. Menghitung karunianya, bagaikan menghitung butiran pasir. Ketika anak-anak, batin Nick berkecamuk. Dia sedih dengan keadaan fisiknya. “Di usia 8 tahun, pikiran-pikiran untuk bunuh diri melintas. Saya merasa jadi beban orangtua, dan bertanya-tanya bagaimana masa depan saya kelak. Dan saya tidak bisa menjawabnya, “cerita Nick.
“Saya bingung bagaimana jika orangtua sudah tidak bisa merawat lagi. Apakah saya kelak bisa menikah, atau punya anak? Saya tidak berani menatap masa depan,”lanjutnya.
Tuhan punya tujuan
Selama bertahun-tahun Nick bergelut dengan perasaan menyalahkan Tuhan. Tapi karena terus memperdalam pengetahuan agama, dia menyadari Tuhan menciptakan dirinya bukan tanpa alasan. “Saya sadar saya harus menata diri lagi. Tuhan pasti punya tujuan tertentu, meski keadaan saya begini,”paparnya. Sejak itu Nick percaya Tuhan bisa menyembuhkannya kapan saja. Kadang-kadang dia pun berdoa untuk kesembuhannya, meski itu tampak mustahil.
“Saya sadar, terserah Tuhan apakah Dia mau menyembuhkan saya atau tidak, ‘katanya. Nick sadar, salah satu tujuan Tuhan menciptakannya seperti itu agar orang lain meyakini kekuasaanNya, dan bersyukur. Nick kemudian merasa tertantang untuk menyadarkan siapapun yang merasa tidak bersyukur dengan keadaannya.
Di usia 15 tahun, Nick pun merasa verbal berterima kasih kepada Tuhan, bahwa dia dibiarkan hidup. Sejak sekitar usia 17 tahun, dia merintis impiannya untuk menjadi motivator. Pada usia itu, di tahun 1993, dia memenangkan The Australian Young Citizen of the Year. Awalnya dia memberikan kesaksian di gereja-gereja, tentang betapa dia pernah mengalami masa-masa penuh kekalutan namun kini begitu bersyukur atas segala karuniaNya. Tapi sekarang, Nick tampil di mana saja dia dibutuhkan.
Dia memberikan ceramah di depan para pelajar, guru, anak-anak muda, pengusaha, orangtua, wanita, wirausahawan, dan sebagainya. Mulai dari kelas kecil, hingga di depan ribuan orang. Nick sendiri lebih suka segmen remaja, karena menurutnya angka bunuh diri pada remaja meningkat. Dia ingin mencegahnya.
Motivator Dunia
Orangtua Nick melatihnya untuk bisa melakukan kegiatan orang-orang normal. Mulai dari memenuhi kebutuhannya sehari-hari (rumah dan perabotan dirancang sedemikian rupa sesuai kebutuhan Nick), sampai kegiatan sekunder seperti berenang. Orangtua melatihnya sejak usia 18 bulan.
“Jauh lebih muda jika saya sepanjang waktu didampingi perawat. Dengan keadaan fisik ini, saya terpaksa tergantung pada orang lain, dalam banyak hal,”akunya. Apalagi kini jadwal perjalanannya sebagai motivator sangat padat. Sekarang, sudah lebih dari 25 negara dia kunjungi untuk memberikan motivasi. Dan sudah ratusan acara mengundangnya sebagai motivator.
Semua orang senang bersama Nick. Dia memiliki kepribadian menyenangkan, sehingga punya banyak teman. Pada 2005, Nick mendirikan organisasi nirlaba untuk para tunadaksa, yaitu Life Without Limbs (LWL). Sebagai presiden LWL sekaligus duta tunadaksa, dia terus memompa semangat orang-orang bernasib sama seperti dirinya.
Nah, karena kebanyakan undangan berasal dari AS, pada tahun 2007 pemuda Brisbane, Australia ini pun pindah ke sana. Nick juga memanfaatkan pengalamannya sebagai motivator dengan mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang motivasi, Attitude is Altitude.
Nick dengan gayanya yang kocak dan apa adanya punya banyak fans.  Salah satu kalimat Nick yang membesarkan hati semua orang adalah, “Jika Tuhan bisa menggerakkan seseorang yang tak memiliki tangan dan kaki untuk menjadi kaki-tanganNya, maka dia pasti bisa menggerakkan semua orang yang punya sekadar niat baik dalam hatinya!” 

Minggu, 13 November 2011

Istana Batu Seorang Tukang Pos

Kisah Tukang Pos Yang Membangun Istananya Dari Batu Yang Dikumpulkan Selama 33 tahun

Cerita ini dimulai pada 1879. Joseph-Ferdinand Cheval (1836 – 1924), 43 tahun, telah bekerja sebagai kurir surat di daerah pedesaan di sebelah tenggara Perancis selama 12 tahun. Karena dalam pekerjaannya sehari-hari di rutin melakukan perjalanan sekitar 20 mil (32km), sebagian besar dalam kesendirian, ia banyak bengong. Suatu hari ia tersandung sebuah batu kapur kecil. Heran dengan bentuk dan susunan batu itu, ia lalu membawanya pulang .


Sejak saat itu ia mulai mengumpulkan batu selama perjalanannya untuk mengantar surat dan membawa baatu-batu itu dalam saku. Mengumpulkan batu menjadi kecanduan. Ketika istrinya menjadi lelah karena harus memperbaiki sakunya, ia mengubah modus transportasi dan menggunakan keranjang untuk membawanya, dan kemudian ketika batu-batu menjadi lebih besar ia menggunakan gerobak.


Selama 33 tahun dia dan istrinya membangun bangunan dari batu, salah satu monumen paling aneh sepanjang masa, ideal palace atau Palais Idéal .menurut perhitungannya butuh lebih dari 9.000 hari atau 65.000 jam dan karenanya hasil karyanya mendatangkan sekitar 100.000 pengunjung dalam setahun ke desanya Hauterives utara Valence.

“Saya ingin membuktikan dengan kemauan hampir semua bisa dicapai,” tulis Facteur Cheval.

bangunan yang diselesaikan berukuran panjang 26 meter, atau 85 kaki, dengan ketinggian yang bervariasi antara 8-10 meter. Palais adalah campuran gaya yang berbeda dengan inspirasi dari Kristen sampai Hindu. Sebuah versi dari candi Hindu yang berdiri di samping sebuah Chalet Swiss yang berdiri di samping Carrée Maison di Algiers yang berdiri di samping sebuah istana abad pertengahan, dan di suatu tempat di antaranya ada masjid beraksitektur Arab. Roh-roh dari tempat itu, kata facteur adalah Julius Caesar, Archimedes dan Vercingetorix.

Pada saat istana itu selesai, itu mulai menarik perhatian internasional. banyak seniman terkenal mengunjungi dan mendapatkan inspirasi dari tempat itu.bangunan tergambar dalam fitur media dari kartu pos , majalah dan orang-orang datang dari jauh dan luas untuk melihat gedung menakjubkan ini. Opini publik tentang pekerjaan dan penciptanya akhirnya terbentuk, dan Cheval sendiri telah dianggap sebagai seorang seniman yang mulai kembali dikenal.

Namun, meskipun Cheval telah berjasa sehingga kota Hauterives dicantumkan di peta, pemerintah kota menolak permintaannya untuk dimakamkan, bersama dengan istrinya, di istana yang dia bangun berdua. Tidak akan dihalangi, ia kembali bekerja di tahun 1914 pada struktur, kedua yang lebih kecil di pemakaman setempat.

Dia menghabiskan delapan tahun membangun apa yang disebutnya Makam kesunyian dan Peristirahatan abadi.


Dua tahun setelah-selesai dan hanya beberapa hari setelah ia selesai menulis otobiografinya-Cheval meninggal dan dikebumikan dalam struktur bangunan baru yang dia bangun selama 8 tahun itu.

Kamis, 03 November 2011

Pengorbanan Seorang Ayah yang Bisu dan Tuli Kepada Anak Perempuannya

http://riangold.files.wordpress.com/2011/09/pengorbanan-ayah.jpg?w=300
Sebuah kisah yang mungkin dapat sejenak mengingatkan kita akan besarnya cinta orang tua kepada anaknya, walaupun mungkin kita sebagai anak sering lupa dengan keadaan orang tua kita sekarang yang sejak dahulu telah mengorbankan segalanya, untuk membuat kita selalu tersenyum dan bahagia.

Kisah inspiratif ini dibuat oleh sebuah perusahaan asuransi di Thailand. Berikut ini videonya, semoga bisa membuat kita selalu ingat dengan kedua orang tua yang selalu mencintai kita selamanya.




Sebuah Renungan Bagi Kita Semua
Aku mempunyai pasangan hidup…

Saat senang aku cari pasanganku
Saat sedih aku cari orang tua

Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku
Saat gagal aku ceritakan pada bapak

Saat bahagia aku peluk erat pasanganku
Saat sedih aku peluk erat ibuku

Saat liburan aku bawa pasanganku
Saat aku sibuk, anak kuantar ke rumah bapak

Saat sambut valentine, selalu beri hadiah pada pasangan.
Saat sambut hari ibu, aku cuma ucapkan “Selamat Hari ibu”

Selalu aku ingat pasanganku
Selalu ibu yang ingat aku

Setiap saat aku akan telpon pasanganku
Kalau inget aku akan telpon orang tuaku

Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu

Renungkan :
“Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja…
bolehkah kau kirim uang untuk orang tuamu?
Ibu tdk mnta banyak, lima puluh ribu sebulan pun cukuplah”.
Berderai air mata jika kita mendengarnya . . .
Tapi kalau mereka sudah tiada . . .
Papa . .   Mama . .
Aku Rindu . . . . Sangat Rindu . . . .

Minggu, 18 September 2011

Seberapa Besar Penderitaan Anda Di Banding Orang Ini.. ??



Dan butiran pepasir itu pun menangis, saat rintihan Yasir bergelung di langit menahan pedihnya siksaan. Langitpun mendung tak kuasa menahan murungnya, ketika Sumayyah merapatkan kedua bibirnya.
Sesaat kemudian gerigi atasnya mencengkeram kuat-kuat bibir bawahnya. Setetes air mata tak nampak dari sudut matanya meski ribuan tetes darah menghiasi nyaris seluruh raganya.
Satu persatu nafas Yasir, dan Sumayyah meninggalkan jasad ringkihnya, senyum kemenangan kedua orangtua Amr bin Yasir Radliallahu'anhu itu melambaikan tangan menyambut panggilan lembut para bidadari Surga.
Beberapa hasta dari dua jasad itu, seorang pemuda belia tengah menghadapi maut untuk menapaki langkah kedua orangtuanya. Bibirnya bergetar & tak henti menyebut nama agung Tuhannya…
Allah Azza wa jalla
Ya, dia adalah Amr bin Yasir Radliallahu'anhu, meski sebagian orang sempat meragukan keimanannya, tapi di kemudian hari ia justru menjadikan dirinya sebagai tameng Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam diberbagai kesempatan.

----------------------------------Kisah Nyata 2--------------------------------------------
Menjelang perang Uhud dimulai ia bersama suaminya, Zaid bin Ashim Radliallahu'anhu & kedua putranya, keluar ke bukit Uhud.
Lalu Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam bersabda kepada mereka, "Semoga Allah memberikan berkah kepadamu semua."
Setelah itu perempuan ‘bidadari perang Uhud’ itu berkata kepada Rasulullah."Ya Rasulullah, berdo'alah kepada Allah semoga kami dapat menemani engkau di surga kelak!"
Lalu Rasulullah berdo'a, "Ya Allah jadikanlah mereka itu teman-temanku di Surga."
Maka perempuan itupun berkata lantang, "Aku tidak akan mempedulikan persoalan dunia yang akan menimpa diriku!!"
Dialah Ummu Amarah Nusaibah binti Ka'ab Al Maziniay Radliallahu'anha. Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam menobatkannya sebagai bidadari surga karena perannya membela Rasulullah saat pasukan muslimin terdesak pada perang Uhud.
Bersama Mush'ab bin Umair Radliallahu'anhu, Nusaibah menghadang Qam'ah, orang yang dipersiapkan membunuh Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam dalam perang tersebut.
Dua belas tusukan menghiasi tubuhnya & salah satunya mengenai leher Nusaibah. Bilah-bilah pedang yg satu persatu menghujami tubuhnya, serta barisan anak panah yang menghias tubuhnya, dirasainya sebagai sentuhan lembut para penghuni Surga.
Darah mengalir dari setiap inci tubuhnya & menjadi saksi tak terbantahkan untuk memuluskan jalannya ke surga Allah. Debu-debu dibukit Uhud pun terharu menerima dentuman tubuhnya, tak henti-hentinya milyaran debu itu bersaksi akan harumnya wangi surga dari tubuh perempuan mulia itu. Allaaaahu Akbar…

-------------------------------Kisah Nyata 3----------------------------------------
Adalah Mush’ab bin Umair Radliallahu'anhu, aroma mewangi sudah tercium persis di depan hidung meski pemuda tampan itu masih berada puluhan meter jauhnya.
Pakaian terbaik, terbagus, terindah, dan termahal yang tidak pernah dimiliki siapapun di tanah Makkah. Ketampanannya tak terkira, dan siapa saja memandang pasti terpesona, bahkan para lelaki pun merasa iri.
Siapa yg tak mengenalnya, pemuda perlente anak seorang bangsawan yang kesohor. Tetapi.. bukan itu yang membuatnya tercatat dalam sejarah manusia mulia, pengikut Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam..
Begitu terucap dari mulutnya kalimat Syahadat, bertambah wangi-lah setiap sisi rongga mulutnya, wajah yg tampan semakin bersinar penuh cahaya kemuliaan. Meski tak lagi ia mengenakan gamis kebangsawanan, walau ia terpaksa harus menanggalkan semua atribut yg menjadi simbol-simbol kebesaran.
Mush’ab Radliallahu'anhu tetap tampan, kharismatik & menjadi teladan bagi pemuda dimasanya. Terlebih saat ia dipercaya sebagai duta pertama Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam ke Madinah.
Cita-citanya untuk tetap bersama Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam di Surga kelak, di amini oleh seluruh isi langit dan bumi, karena seorang pemuda kaya raya nan tampan itu syahid dengan tubuh penuh lubang & sayatan. Ia menjadi tameng Rasullullah Shalallahu'alaihi wa sallam dan memegang teguh bendera kaum Muslimin pada perang Uhud.
Meski darah & debu membaluti wajah & tubuhnya, hingga kain kafannya hanyalah sehelai kain yang tidak cukup untuk menutupi jasadnya. Dan siapakah yang bisa melepaskan bayang-bayang kharismanya?

-------------------------------Kisah Nyata 4------------------------------------
Adalah seorang budak hitam legam dari Negeri Habasyah (Ethiopia yg hingga kini terus dicengkeram kelaparan).
Bertahun-tahun menjadi budak, diinjak-injak, dicaci, diludahi, bahkan dihalalkan darahnya untuk dibunuh oleh sang majikan. Namun Allah Subhanahu wa Ta'ala mengangkat derajat Bilal bin Rabbah Radliallahu'anhu dengan Islam.
Hidayah Allah Subhanahu wa ta'ala justru turun kepada manusia yg dihinakan oleh manusia lainnya, Hidayah tidak turun kepada bangsawan berkulit putih nan gagah, ..Abu Lahab.
Dan Allah Ta'ala telah tetapkan keputusannya kepada seorang budak hitam yang orang mensebandingkan hitamnya seperti arang.
Sesungguhnya hitamnya Bilal bin Rabbah Radliallahu'anhu lebih putih berseri, memancarkan kemilauan dihadapan Allah Ta'ala, Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam & kaum mukminin.
Saat sang majikan Suhail, menindihkan batu besar dan panas diatas tubuh budak itu, hanya kata, “Ahad, Ahad …” yang keluar dari bibirnya hingga kemudian seorang sahabat membebaskannya.
Jika boleh & bisa batu itu berbicara, mungkin ia akan berteriak lantang menolak menindih tubuh mulia itu, atau bahkan batu itu akan memilih hancur berkeping-keping, ketimbang harus menjadi perantara tangan Suhail utk menyentuh kulit Bilal. Adakah alasan surga tak menginginkan budak hitam ini menjadi salah satu penghuni terhormatnya?

--------------------------------Kisah Nyata 5-------------------------------------
Dan batu-batu pun iri, debu-debu pun menangis, para cemeti itu menjadi cermin keikhlasan. Bilah-bilah pedang menampung tetes air mata & darah yang kelak sebagai pemulus jalan membentang menuju surga, bahkan ujung tombak & mata anak panah bersaksi, betapa orang-orang itu mulia karena perjuangan & keteguhannya.
Mereka tak pernah mencari surga, akan tetapi surga betul-betul menanti mereka untuk menyinggahi setiap singgasananya, mengarungi riak-riak sungai kautsar yg diatasnya berbagai buah segar & menawan menanti untuk dinikmati. Tak lupa, bidadari-bidadari cantik nan bermata jeli, membuka tangannya menyambut kehadiran manusia-manusia yg seluruh penghuni langit memujinya.
***

Nah, sahabat Ksatria............
Pada tulisan kali ini bukanlah pengorbanan yg mau kita renungkan.. Tapi kali ini, kita ingin menekankan bahwa penderitaan kita-lah penentu dari segala kesuksesan yang akan kita terima.
Sekali lagi, bahwa berjalan di muka bumi sama dengan berjalan diatas batu kerikil tajam yang setiap saat akan menghunus telapak kaki ini. Jika tidak kita lengkapi diri ini dengan kesiapan, dan ketahanan yang luar biasa, tentu takkan jauh jalan yg bisa ditapaki.
Hidup pasti akan selalu beriringan dengan kesulitan, akan tetapi tak pernah Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan kesulitan tanpa diciptakannya pula pintu keluarnya.
Dan bukanlah maksud Allah Subhanahu wa Ta'ala membuat sulit hidup manusia, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala juga memberikan petunjuk-petunjuk-Nya. Tapi sekali lagi, mengikuti petunjuk itu pun bukannya tanpa cobaan.
Hanya dengan keteguhan & perjuangan, semua akan bermuara pada kebahagiaan. Sayangnya, sedikit sekali dari kita yang kuat bertahan pada cobaan.
Tidak jarang, untuk meniti jalan kebenaran, teramat banyak pengorbanan yang mesti dilakukan. Tetapi dasar manusia, lebih banyak promosi dan koarnya ketimbang penderitaan nya yang belum seberapa, padahal kita sama sekali belum diuji.
BELUM! Bahkan belum sama sekali tiba ujian yang sesungguhnya. Yang saat ini kita hadapi dan jalani baru riak-riak di pinggir pantai sebelum kita benar-benar mengarungi lautan yang penuh ombak serta karang yg menghancurkan.
Coba periksa, di bagian mana dari tubuh ini yang tercabik-cabik penuh darah sebagai bukti atas besarnya penderitaan yang anda rasakan?! Hmm.. bahkan kita masih enggan untuk menukar sedikit saja yang kita miliki dengan ujian dan cobaan.
Ujian Itu belum terbukti! Hingga suatu saat kita dihadapkan pada satu pilihan, mati dengan torehan tinta emas kemuliaan, atau tetap hidup diatas perisai kehinaan...
Dan suatu saat nanti, akan terbukti!
Bahwa hidup ini akan berakhir pada ketetapan atas kebenaran atau sebaliknya, disaat kehormatan pun berpaling. Apakah Allah Ta'ala tidak meminta pertanggung jawaban atas apa yang telah kalian lakukan?
Adakah SURGA - NYA Mau menerima manusia tampan, cantik, kaya raya, yang gelar-nya bertumpuk namun berakhir pada kenistaan?