Tampilkan postingan dengan label Kids and Parent. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kids and Parent. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Januari 2012

Menumbuhkan Percaya Diri Pada Anak


Kurang PD
Sifat percaya diri tidak hanya harus dimiliki oleh orang dewasa, tetapi anak-anak juga memerlukannya dalam perkembangannya menjadi dewasa. Sifat percaya diri sulit dikatakan secara nyata. Tetapi kemungkinan besar orang yang percaya diri akan bisa menerima dirinya sendiri, siap menerima tantangan dalam arti mau mencoba sesuatu yang baru walaupun ia sadar bahwa kemungkinan salah pasti ada. Orang yang percaya diri tidak takut menyatakan pendapatnya di depan orang banyak. Rasa percaya diri membantu kita untuk menghadapi situasi di dalam pergaulan dan untuk menangani berbagai tugas dengan lebih mudah.

Untuk anak-anak, rasa percaya diri membuat mereka mampu mengatasi tekanan dan penolakan dari teman-teman sebayanya. Anak yang percaya diri mempunyai perangkat yang lebih lengkap untuk menghadapi situasi sulit dan berani minta bantuan jika mereka memerlukannya. Mereka jarang diusik. Justru mereka sering mempunyai daya tarik yang membuat orang lain ingin bersahabat dengannya.
Mereka tidak takut untuk berprestasi baik di sekolah atau untuk menujukkan bahwa mereka memang kreatif. Percaya diri bukan merupakan bawaan dari lahir, juga tidak jatuh dari langit. Anak-anak mudah sekali merasa rendah diri, merasa tidak mampu, tidak penting, karena ada banyak hal yang harus dipelajari, dan orang yang lebih tua tampak begitu pandai. Anak-anak memerlukan dorongan dan dukungan secara terus-menerus. Jika orang tua atau guru dapat berperan dengan baik, anak-anak akan memiliki rasa percaya diri. Jika Anda ingin membangun rasa percaya diri dalam diri anak Anda, tak ada istilah terlambat untuk memulai. Anda justru akan memberikan hadiah terbaik untuk anak Anda dan diri Anda sendiri.

Membangun Rasa Percaya Diri
Walaupun sering memprotes jika merasa dibatasi, anak-anak akan menerima jika mempunyai aturan pasti dalam bertindak. Jika orangtua terus mengubah rutinitas anak Anda atau tidak konsisten dalam hal disiplin, anak akan bingung dan bimbang. Misalnya, hari ini aturannya begini, tapi besok lain lagi. Lusa, anak akan bertanya-tanya, "Sekarang saya harus bagaimana. Yang seperti kemarin atau seperti kemarin dulu?"

Tunjukkan bahwa Anda percaya anak Anda punya kemampuan, dengan memberinya tugas-tugas yang bisa dilakukannya dan menimbulkan rasa ikut memiliki. Sebagai contoh, anak-anak biasanya senang menjawab telepon. Ajari dia cara menjawab telepon yang sopan dan benar. Lalu, beri dia kesempatan untuk melakukannya. Coba juga meminta bantuan anak untuk mengambilkan barang-barang yang akan dibeli di rak pasar swalayan, tentunya barang yang tak mudah pecah, misalnya susu, sabun mandi, dan sebagainya. Tahan diri untuk cepat-cepat turun tangan membantu anak melakukan sesuatu. Membantu boleh-boleh saja, tapi tidak berarti mengambil alih atau langsung ikut campur tangan tanpa dimintanya. Doronglah dia untuk tidak terlalu gampang mengatakan, "Saya tidak bisa," "Saya tak pernah akan bisa," atau "Saya memang bodoh."

Satu hal yang penting orangtua harus menjaga jangan sampai mencap anak "pemalas", "dasar pemalu", "anak bodoh", dan sebagainya. Memang sebagian anak mungkin tak akan terlalu menghiraukan kata-kata seperti itu. Tapi sebagian lain akan membangun identitas dirinya dari komentar-komentar yang negatif ini, meskipun Anda mengucapkannya secara spontan dan sungguh tidak bermaksud merendahkan dirinya.

Tanamkan sikap bahwa berbuat salah bukanlah dosa yang tak terampuni, bahwa nilai seseorang tidak selalu bisa dihitung berdasarkan kesempurnaan hasil kerjanya. Yang penting bukan betul atau salah, tapi bagaimana cara dia melakukannya. Jadikan ini sebagai pedoman untuk diri Anda juga. Hormati dan hargai anak Anda. Jangan mempermalukan dia di depan teman-teman sebayanya, atau di depan orang dewasa lainnya, atau di depan umum. Jika anak Anda berbuat salah, panggil dia ke tempat sepi, atau bicarakan hal itu di rumah. Jika Anda berbicara, gunakan nada suara seperti yang Anda harapkan akan digunakannya saat ia berbicara.

Dengarkan anak Anda dan dorong dia untuk berpikir mandiri. Belajar mempertahankan diri sendiri memerlukan kekuatan besar. Tempat terbaik untuk berlatih menjadi orang yang percaya diri adalah di rumah. Hargai ide-ide yang dinyatakannya. Katakan berulang-ulang kepada anak Anda bahwa Anda percaya dia bisa. Dan bersikaplah positif di depan orang-orang lain tentang apa yang bisa dilakukan anak Anda. Dengan cara begitu, anak akan yakin bahwa Anda benar-benar mempercayai kemampuannya.

Ciptakan peluang untuk pengalaman-pengalaman dan tantangan baru. Perluas minat dan keterampilan anak Anda. Bersedialah menerima usaha yang telah dilakukannya, entah apa pun hasilnya. Jangan hanya melihat hasil akhirnya saja. Daripada mengatakan kepada anak apa yang tak boleh dilakukan, lebih baik katakan apa yang boleh dilakukannya. Misalnya, daripada mengatakan "Kamu tak boleh masuk ke rumah orang tanpa permisi," lebih baik katakan, "Kamu boleh masuk ke rumah orang kalau sudah permisi dan dipersilakan masuk." Sebelum mengomentari perilaku anak yang negatif, pikirlah dulu dua tiga kali, sambil mengingat untuk selalu menekankan hal-hal yang positif.

Senin, 02 Januari 2012

Misteri Krakatau dan Burung Ababil


13176931952087970351

Ababil
Kisah burung Ababil sudah sangat melegenda dalam ummat Islam. Terutama masyarakat Arab yang tinggal tak jauh dari Baitullah Ka’bah Al Mukarramah. Cerita tentang burung Ababil merupakan cerita dahsyat yang selama ini menghiasi keberadaan Ka’bah dimana pada masa lalu sebelum Rasulullah Muhammad SAW terlahir maka Ka’bah mendapat ancaman dari raja Abrahah yang ingin menghancurkannya.

Rasulullah Muhammad SAW sendiri terlahir pada tahun 571 Masehi. Sementara kisah burung Ababil terjadi sebelum kelahiran beliau. Di sini saya sedikit melakukan utak-atik-gathuk karena menurut saya peristiwa antara hadirnya burung Ababil di kota Mekkah hampir bersamaan dengan peristiwa meletusnya gunung Krakatau purba pada tahun 535 Masehi. Barangkali dari kompasianer sekalian ada yang bisa menambahkan data bahwa peristiwa hancurnya pasukan Abrahah oleh burung Ababil apakah terjadi di tahun kelahiran Nabi SAW atau jauh sebelumnya. Jika menghitung selisih tahun di atas maka kita akan mendapati data 571 - 535 = 36 tahun selisihnya.


Sekelumit Kisah Burung Ababil

Raja Abrahah sudah sampai di kota Mekkah dengan pasukan gajahnya. Penduduk Mekkah sudah pasrah bahwa Ka’bah adalah rumah Allah dan mereka menyerahkan sepenuhnya perlindungan Ka’bah kepada-NYA. Hanya tinggal beberapa meter lagi pasukan gajah Abrahah menyentuh Ka’bah tiba-tiba tanda pertama muncul, yakni gajah yang digunakan pasukan Abrahah tidak mau bergerak, gelisah. Gajah-gajah itu seakan tahu bahwa bahaya sedang mengancam mereka. Tak lama kemudian awan menjadi gelap bagaikan mendung yang teramat pekat. Di saat itulah bebatuan panas meluncur dari langit menjatuhi pasukan Abrahah.


Dari sekelumit kisah di atas ada beberapa data yang bisa kita rinci,
1. Gajah yang tadinya gagah mendadak gelisah. Ini seperti terjadi pada umumnya hewan, mereka kerap memberi tanda bahwa bencana akan segera datang di lokasi itu. Hewan memang memiliki insting yang kuat atas tanda-tanda bencana dan bahaya.

2. Awan gelap. Peristiwa awan gelap ini menjadi bagian dari episode hadirnya burung Ababil. Sebelum bebatuan panas meluncur menghancurkan pasukan Abrahah, awan hitam ini mendahului.



Dari beberapa data yang coba saya kolekting awan gelap merupakan fenomena yang ikut menghiasi meletusnya gunung berapi, termasuk Krakatau. Peristiwa meletusnya Krakatau pada tahun 535 adalah peristiwa tragedi global yang sangat menakutkan.


3. Bebatuan Panas yang Menghancurkan. Jika di simak gambar berikut ini,


13176918181943466077
Rotasi bumi dari Kiri ke Kanan bola bumi

Rotasi bumi yang bergerak dari kiri ke kanan globe bumi menjadikan aliran angin di atmosfer bumi bergerak deras ke arah kebalikan, kanan ke kiri. Sehingga bisa jadi lontaran bebatuan panas dari Krakatau bergerak menuju kota Mekkah. Kita akan rinci di bawah.
Letusan Krakatau 535
Letusan gunung Krakatau pada tahun 535 merupakan peristiwa tragedi besar di seluruh penjuru dunia. Letusan itu menjadi dampak bencana yang dirasakan di seluruh dunia. Bahkan letusannya disetarakan dengan 2 Milyar kali bom atom Hiroshima. Sehingga dari letusan ini menghasilkan laut selat Sunda dan memisahkan daratan menjadi dua pulau menjadi Sumatera dan Jawa.Lebih Lengkapnya di sini. Data pendukung kegelapan eropa bisa dibaca di siniKrakatau 535
Beberapa tahap letusan Krakatau 535,
1. Gempa bumi. Tanda awal reaksi gunung berapi. Tanda awal ini sudah dirasakan sampai Batavia (Jakarta).
2. Letusan bak guntur yang menggelegar. Letusan ini menghasilkan suara hingga terdengar sampai Australia. Letusan ini juga menghasilan gelombang kedap udara yang lazim terjadi pada ledakan bom. Sehingga dari letusan ini sudah menghasilkan korban jiwa.
3. Letusan yang dihasilkan dari pecahnya Kaldera melontarkan ribuan kubik lava ke lapisan Stratosfer. Lava dan bebatuan panas ini kemudian ditemukan di bongkahan es Greenland dan Antartika. Dan bisa jadi jatuh pula di Mekkah sebagai burung Ababil yang membakar pasukan Abrahah.

4. Ledakan yang besar itu mengguncang tanah sehingga ambles dan memisahkan daratan Jawa dan Sumatera dan terbentuklah selat Sunda.

5. Lava, debu, bebatuan, dan krikil yang terlontar ke Stratosfer menjadikan hampir seluruh langit bumi gelap dan menutupi cahaya matahari. Sehingga suhu udara di bumi turun mencapai 10 derajat di ekuator. Turunnya suhu dan minimnya matahari menjadikan bumi tak ubahnya planet Venus. Komponen vegetasi di bumi rusak sehingga cadangan makanan menjadi minim. Dan peristiwa ini mengakibatkan pergolakan sosial dalam memperebutkan cadangan makanan. Peristiwa ini akan saya lanjutkan dalam tulisan berikutnya yang akan menceritakan tentang “Krakatau dan Mitos Akhir Zaman”. Idenya sudah ada tinggal jari-jemari yang sudah gatal untuk segera menari.

Simpulan


Nah, beberapa Episode letusan Krakatau 535 di atas jika dikaitkan dengan peristiwa burung Ababil mendapati banyak kesamaan tanda-tanda alam. Yakni, kegelisahan hewan akan bencana, awan gelap yang menutup cahaya matahari, dan luncuran material panas ke permukaan bumi yang membakar segala yang terkena.
Sekali lagi ini saya sebut sebagai utak-atik-gathuk. Saya berharap benar adanya. Silahkan dan melengkapi data-datanya jika ada sehingga sajian saya ini semakin kuat atau jauh dari harapan. Saya hanya kagum bahwa Indonesia ternyata menjadi perhatian dunia karena Krakatau. Salah satu gunung yang menjadi bagian dari keluarga besar Cincin Api Nusantara ini ternyata sangat ditakuti oleh dunia. Dan pernah menjadi sebab atas wabah dunia. Bisa jadi salah satunya adalah burung Ababil. Begitulah warga Arab menamakan material Krakatau ini

Beberapa Manfaat Olahraga untuk Ibu Hamil


Pada prinsipnya, perempuan hamil memerlukan perhatian khusus dalam hal fisik dan mental. Secara fisik, perempuan hamil membutuhkan makanan sehat, kaya akan vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, sambil menjaga kebugaran badan calon ibu. Secara mental, kondisi kesehatan mental yang baik, dan tidak stres, akan membantu proses kehamilan menjadi menyenangkan.

Manfaat olahraga untuk ibu hamil baik untuk sirkulasi darah ke janin.
Manfaat olahraga untuk ibu hamil baik untuk sirkulasi darah ke janin. (Foto: ist)
Sebelum memulai rutinitas berolahraga, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter untuk memastikan aktvititas yang Anda pilih itu aman. Jika dokter mengizinkan, cobalah olahraga yang ringan, 30 menit atau lebih, selama 3-4 hari dalam seminggu. Ingat, tujuan Anda adalah menjaga tubuh agar tetap fit seperti masa sebelum hamil, bukan untuk bertanding. Mulailah dengan satu dari tiga aktivitas di bawah ini yang telah disetujui para dokter
Berjalan
Manfaat bagi Tubuh: 
Meski selama ini Anda tak pernah berolahraga, berjalan cepat di sekitar rumah merupakan awal yang baik. Anda akan merasakan manfaat olahraga kardiovaskular ini tanpa mengalami banyak tekanan di lutut dan pergelangan kaki. Bahkan Anda bisa
melakukannya di mana dan kapan saja selama sembilan bulan penuh.
Keamanan Perut: “Dengan perut yang membesar, Anda bisa kehilangan rasa keseimbangan dan koordinasi, kata Dr. Crites. Cobalah berjalan di permukaan yang mulus, waspadai jalan yang berlubang atau rintangan lain. Jangan lupa mengenakan sneakers yang mendukung. Kaki Anda mungkin akan membengkak di trimester terakhir. Jadi, jika sepatu mulai terasa sempit, ganti sepatu baru dengan setengah ukuran lebih besar.
Berenang
Manfaat bagi Tubuh:
 “Ini adalah jenis olahraga ideal selama masa kehamilan, kata Baron Atkins, MD, dokter kandungan di Arlington Memorial Hospital, Texas. Tidak ada risiko terjatuh dengan posisi perut terhantam sehingga membahayakan bayi Anda. Olahraga renang memberi kebebasan bergerak tanpa tekanan pada sendi-sendi. “Saya merasa sangat ringan di kolam renang. Padahal saya hamil bayi kembar, kata Sharon Snyder dari San Fransisco, yang sedang hamil empat bulan. Hamil sembilan bulan pun Anda masih tetap bisa berenang, berjalan, beraerobik, dan menari di dalam air.
Keamanan Perut: Pilih gaya yang membuat Anda nyaman, tidak menimbulkan sakit di leher, pundak, atau otot punggung. Gaya dada misalnya, sebab Anda tak perlu memutar batang tubuh atau perut. Hati-hati saat masuk ke dalam air. Sebaiknya jangan menyelam atau melompat karena perut akan mengalami tekanan. Hindari kolam yang airnya hangat sekali, steam room, hot tub, dan sauna, karena bisa menimbulkan panas berlebihan.
Yoga
Manfaat bagi Tubuh: Kelas prenatal yoga membantu menjaga kelenturan sendi-sendi dan mempertahankan fleksibilitas. “Selain itu, yoga memperkuat sistem otot, merangsang peredaran darah, dan membuat Anda rileks. Anda bisa menerapkan teknik yang Anda pelajari agar tetap tenang selama proses melahirkan, kata Sokna Heathyre Mabin, instruktur yoga di Laughing Lotus, New York City.
Keamanan Perut: Dengan bertambahnya usia kehamilan, abaikan posisi-posisi yoga yang mengganggu keseimbangan tubuh Anda. Di trimester kedua, hindari posisi tidur terlentang karena rahim Anda bertambah berat. Posisi tersebut menekan pembuluh darah mayor dan mengurangi aliran darah ke jantung. Dan, hindari stretching yang berlebihan, kata Annette Lang, pelatih kebugaran dan penulis Prenatal & Postpartum Training Fan. Wanita hamil memproduksi lebih banyak relaxin, hormon yang meningkatkan fleksibilitas serta mobilitas sendi. Jadi, penting untuk mengetahui sebatas apa yang bisa Anda lakukan dan ambil jeda saat melakukan stretching.

Latihan Beban

Manfaat bagi tubuh: Angkat beban adalah cara yang baik untuk menyiapkan tubuh mengangkat beban berat kelak setelah bayi Anda lahir. Latihan ini juga mengurangi risiko cidera selama kehamilan dengan menguatkan otot-otot di sekeliling sendi.
Keamanan Perut: 
Kurangi beban yang biasa Anda angkat hingga setengahnya. Tapi, tingkatkan frekuensinya agar Anda dapat menjaga porsi olahraga yang baik. “Angkat beban yang terlalu berat bisa mengakibatkan otot menjadi tegang, dan tekanan yang berlebihan bisa membahayakan perut, kata Dr. Atkinds. Seperti halnya saat melakukan yoga, jangan berbaring terlentang saat latihan angkat beban. Begitu Anda menahan napas saat mengangkat beban, segera kurangi jumlah beban. Bernapas secara tidak benar bisa meningkatkan tekanan darah dan mengurangi aliran darah ke bayi.

Jadikan Rumah Kita Lebih Sehat dan Nyaman


Rumah Anda seharusnya merupakan tempat berlindung: suatu tempat dimana anak-anak akan terlindungi dari bahaya. Kendati demikian, menurut Safe Kids Wordwide—organisasi nonprofit yang mengabdikan diri untuk mencegah kecelakaan yang tidak disengaja, lebih dari 3 juta anak terluka di rumahnya setiap tahun.

Rumah Idaman
Rumah Idaman
Anak-anak kecil bisa menghabiskan 90 persen waktu mereka di dalam rumah, jadi lingkungan rumah yang sehat merupakan hal yang sangat penting—tetapi juga banyak bahaya yang tidak jelas. Para ahli mengatakan, beberapa hal di bawah ini adalah langkah pencegahan penting yang bisa dilakukan.
Waspada Akan Luka Bakar Terseduh
Anda mungkin tahu bahwa si kecil dapat tenggelam di bak mandi, tapi dia juga bisa dengan mudah mengalami luka bakar terseduh serius. “Air panas dapat membakar kulit seperti halnya api,” kata Meri-K Appy, presiden Home Safety Council. Seorang bayi atau batita yang terpapar air 60°C dapat terbakar dalam waktu kurang dari 5 detik—jadi pastikan pemanas air Anda dipasang pada suhu 49°c, dan selalu cek dulu temperatur air sebelum memasukkan anak ke dalam bak mandi.

Berhati-hati dengan Jendela
Setiap tahun, lebih dari 4.000 anak berakhir di unit gawat darurat setelah terjungkal dari jendela. Memasang pelindung jendela (barisan jeruji lebar satu sama lainnya yang tidak lebih dari 10 cm dan terpasang dengan aman di sisi bingkai jendela tapi dapat dilepas dengan cepat oleh orang dewasa jika terjadi kebakaran) atau penahan jendela (yang mencegah jendela terbuka lebih dari 10 cm) pada jendela di tingkat atas merupakan hal penting. Bayi dan batita dapat tersangkut tali tirai, jadi letakkan tempat tidur bayi dan furnitur lainnya jauh dari jendela. Yang terbaik adalah menggunakan penutup jendela tanpa tali di dalam kamar anak, tapi jika Anda tidak bisa menemukannya, kunjungi windowcovering.ore untuk meminta peralatan retrofit gratis yang membuat tirai bertali dan penutup cahaya lebih aman.
Mencegah Kemungkinan Jatuh Lainnya 
Benda-benda ini menjadi penyebab utama kecelakaan tidak terduga pada anak usia 14 tahun ke bawah, tapi risiko anak Anda terluka karena jatuh—dari tangga atau furnitur, misalnya—menjadi berlipat ganda begitu dia sudah bisa berjalan. “Batita masih mencoba menguasai cara berjalan, dan mereka seringkali kehilangan keseimbangan,” ujar Debra Smiley Holtzman, penulis The Safe Baby. Pasanglah pagar bayi yang bisa dibongkar pasang di ujung atas dan bawah tangga, dan bantal pada ujung dan sisi meja, serta dasar perapian dengan bantalan busa untuk melindungi kepala anak dari risiko terbentur jika dia tersandung.
Berhati-hati Merenovasi
Jika rumah Anda dibangun sebelum tahun 1978, kemungkinan terdapat timah di bawah permukaan cat lapisan atas pada dinding dan jendela, seperti juga pada pernis lantai tua. Saat debu timah bercampur selama renovasi (atau saat cat mulai mengelupas), partikel racun membuat anak berisiko terancam perkembangan dan memiliki masalah belajar. Jadi penting untuk menyewa kontraktor yang bersertifikasi dalam memindahkan barang-barang mengandung timah. Carilah kontraktor atau inspektur untuk mengukur kadar timah pada rumah atau air Anda. Menurut Environmental Protection Agency (EPA), pengecekan rumah atas cat timah tidak selalu akurat.
Tes untuk Radon
Diperkirakan satu dari 15 rumah (termasuk apartemen) memiliki kadar radium tinggi, gas radioaktif yang dilepaskan saat uranium secara alami terurai di tanah, batu, dan air.  Radium  dipercaya menjadi penyebab utama karena Anda tidak bisa melihat atau menciumnya, Anda tidak akan tahu jika terpapar  radium  tanpa melakukan pengujian. Untungnya, alat tes tidak mahal yang tersedia di toko bangunan bisa diandalkan pada kasus ini. Biarkan selama seperti yang disarankan petunjuk penggunaannya, lalu segera kembalikan untuk dianalisis. EPA mempertimbangkan pengartian 4 picocuri per liter udara (pCi/L) atau lebih untuk termasuk tidak aman. Jika kadarnya tinggi, Anda akan memerlukan kontraktor peringanan radium yang telah memiliki sertifikat untuk memasang sistem saluran pila untuk meluapkan gas keluar dari bawah rumah. EPA bahkan merekomendasikan Anda melakukan langkah ini pada epa.gv/iaq/whereyoulive.html. Jika membangun rumah baru, pastikan kontraktor Anda menggunakan konstruksi teknik antiradium, dan mintalah tes  radium  sebagai bagian pemeriksaan saat membeli rumah. Jika hasil tes negatif, kembali lakukan tes setiap dua tahun atau setelah renovasi, ujar Elizabeth Blackburn, dari Office of Children’s Health Protection and Environment Education EPA.
Bersiap untuk Kebakaran
Anak-anak usia 5 tahun ke bawah memiliki kemungkinan 2 kali lipat tewas dalam kebakaran rumah daripada anak yang lebih besar atau orang dewasa, karena sulit bagi mereka untuk menyelamatkan diri sendiri. Penting sekali untuk memiliki alarm kebakaran di setiap lantai termasuk di ruang bawah tanah, seperti juga di luar dan di dalam setiap kamar tidur. Ingatlah untuk memeriksa alarm tersebut setiap bulan. Anda juga harus memiliki pemadam api multiguna di setiap 600 meter persegi ruang. Saat menggunakan pemadam api, ingatlah PASS: Tarik katupnya (Pull). Tujukan pada dasar api (Aim). Tekan gagangnya (Press). Semprotkan dari satu sisi ke sisi lain pada dasar api sampai padam (Sweep).
Awasi Karbon Monoksida
Kadar rendah sampai sedang pada gas yang tidak berbau dan tidak berwarna ini dapat menyebabkan gejala yang serupa dengan flu (tanpa demam). Namun seiring kadar meningkat, efek racun dari karbon monoksida (CO) bisa mematikan, terutama bagi anak-anak, karena gas mencegah oksigen sampai ke jantung dan otak. “Jika Anda tidak memiliki alarm karbon monoksida di luar kamar tidur dan area tidur lainnya, Anda mungkin tidak tahu keluarga Anda sedang keracunan sampai akhirnya semua terlambat,” Blackburn memperingatkan. Karbon monoksida diproduksi dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar, termasuk batubara, kayu, arang, minyak, minyak tanah, propana, dan gas alam. Cara terpenting mencegah keracunan karbon monoksida adalah memastikan perlengkapan rumah tangga yang menggunakan bahan bakar bekerja dengan baik, kata Blackburn. Cek sistem pemanas (cerobong dan saluran pembuangan asap) setiap tahun. Kendati demikian, CO juga bisa tercipta dari peralatan seperti generator portabel, mobil, pemotong rumput, dan alat penyemprot air yang menggunakan mesin pembakaran internal. Nyatanya, setelah angin ribut Ike tahun lalu di Amerika, 15 anak berbeda menderita keracunan karbon monoksida (dan satu orang tewas) karena mereka menggunakan generator elektrik bertenaga gas agar bisa mereka bisa bermain permainan video.
Mengatasi Serangga dengan Aman
Tikus, kecoa, semut, dan serangga lainnya memang mengganggu, tapi juga umumnya tidak menjadi ancaman kesehatan besar seperti racun yang memusnahkan mereka. “Pestisida mengkontaminasi udara yang dihirup anak dan lantai tempat dia bermain, serta meningkatkan risiko mengalami masalah saraf dan kanker,” tutur penasihat Parents Philip Landrigan, MD, direktur Mount Sinai School of Medicine dari Children’s Enviromental Health Center, New York. Malahan, dia menyarankan untuk menyegel setiap celah di lantai dan dinding, sela-sela pintu dan jendela, serta menjaga dapur tetap bersih dan bebas remah-remah makanan. Jika Anda harus menggunakan pestisida, belilah sesedikit mungkin yang dibutuhkan, dan pilih jel atau umpan daripada semprotan.

Menuai Imajinasi Lewat Dongeng


Raras sudah selesai “menunaikan” kewajibannya, yaitu mengerjakan pekerjaan rumah sampai tuntas. Sang ibu, Santi bergegas memberikan hadiah untuk anaknya berupa susu cokelat hangat dan sebuah dongeng sebagai pengantar tidur. Putrinya senang bukan kepalang, momen favoritnya kembali terjadi. Meski dilakukan hampir setiap hari, Raras tak pernah bosan mendengar cerita-cerita ibunya. Begitu juga dengan Santi, baginya tak ada yang lebih berharga selain melihat putrinya dipenuhi gelak tawa.

Bacakan dongeng untuk si kecil sejak dini untuk menambah kedekatan dengannya.
Bacakan dongeng untuk si kecil sejak dini untuk menambah kedekatan dengannya.
Ssst, dari kegiatan mendongeng ini, tak jarang ide-ide luar biasa datang dari Raras yang membuat dongeng makin seru untuk dilanjutkan.
Kejadian di atas bisa jadi terjadi di kehidupan Anda. Mendongeng memang terlihat sepele, padahal sungguh banyak efek positif yang bisa didapat dari kegiatan ini. Jadi, jangan segan meluangkan waktu untuk mendongeng. Atau Anda termasuk salah satu orangtua yang tak pernah melewatkan kesempatan ini bersama anak? Yang jelas, mendongeng punya banyak manfaat dan untuk melakukannya tak harus terpaku dengan yang baku.
Banyak Nilai Positif
Mendongeng untuk anak mungkin terlihat sepele, padahal dari kegiatan ini, begitu banyak manfaat yang bisa diraup. Bisa dibilang, mendongeng justru diperlukan oleh anak-anak untuk meraih potensi mereka yang masih terpendam.
Menurut Helen Heard (penulis The Educational Benefits of Story Telling), Jacob dan Wilhelm Grimm (salah satu pencerita ulung di dunia), mengaku lewat cerita yang mereka tulis, ada pesan moral yang diselipkan. Anak mengenal nilai-nilai kesopanan, perjuanagn, hingga kepahlawanan dari dongeng yang diceritakan.
Nah, anak yang biasa didongengi akan mengingat kebiasaan ini hingga kelak ia tumbuh besar. Dari sini ia akan lebih bersemangat ketika disodori bahan bacaan dan mempunyai pengetahuan yang lebih luas mengenai kosakata hingga bahasa.
Selain itu, mendongeng dan bercerita juga membangun rasa kebersamaan dengan keluarga dan sekitarnya. Entah itu orangtua, saudara, kakek-nenek, atau siapa pun yang membacakan cerita, pada akhirnya mata anak akan terbuka lebar mengenai warna-warni duniahingga merasakan keterkaitan batin yang luar biasa. Bercerita juga bagus untuk mengajarkan anak secara halus namun efektif jika Anda ingin menanamkan nilai-nilai hingga kebiasaan positif dalam kesehariannya.
Tahukah Anda? Mendongeng sudah dilakukan sejak zaman purbakala untuk meneruskan riwayat keberadaan mereka dari nenek moyangnya hingga sekarang, sekaligus memberikan ilmu mengenai bahasa ibu. Ketika itu, belum ada huruf apalagi kertas, maka mereka biasanya berkumpul kala malam di tengah api unggun dan memulai cerita pada keturunannya yang masih belia.
(Kompas.com)

Mengenalkan Tamu Pertama Si Buah Hati


Acara  keluarga adalah waktu bagi Anda dan keluarga besar untuk berkumpul. Tahun ini, mungkin Anda juga memiliki sesuatu yang sangat layak dirayakan, yakni datangnya si kecil. Namun, perubahan hidup seperti ini memiliki arti lebih dari sekadar memamerkan bayi.

Balita
Balita
Hal ini juga berarti Anda akan memiliki acara keluarga yang berbeda, ditandai dengan adanya rasa kekeluargaan yang lebih dalam, perubahan dalam hubungan Anda, dan, sudah pasti tingkat stres yang lebih tinggi. Daripada menarik diri, jauh lebih penting jika Anda melambatkan ritme dan menikmati waktu yang akan membuat Anda merasa acara keluarga kali ini menjadi sangat istimewa. Kami berikan panduan untuk Anda.
Tetaplah waras
Di antara keharusan memasak, menghibur, serta membungkus hadiah, daftar kerja Anda masih sangat panjang. Bayi Anda akan merasa stres juga. “Jangan terlalu memaksakan diri demi menjadikan segalanya sempurna,” kata Kate Cronan, MD, lektor kepala bidang kesehatan anak di Jefferson Medical College, Philadelphia. “Bayi Anda tidak akan berbeda dari hari-hari lainnya.” Entah Anda mengunjungi arisan keluarga atau berada di jalan, cobalah untuk tetap patuh dengan jadwal si kecil. Tidak ada yang bisa merusak acara keluarga selain bayi yang gelisah, dan tidak ada yang akan membuat bayi Anda rewel selain tidak tidur siang atau lupa makan. “Anda harus punya harapan yang realistis,” kata Edith McCarthy, MD., neonatalog dan pendiri Care Intensive Pediatrics, New York City. “Meskipun waktu tidur siangnya terlambat, Anda harus tetap mencoba menidurkannya.” Anda bisa bersikap kreatif dengan rencana Anda.
Shannon Cherry dari Albany, New York.berhasil menikmati acara makan malam bersama keluarga besarnya setelah  menidurkan kedua anak kembarnya, Lyra dan Sophia, yang berusia 10 bulan. Lyra dan Sophia telah kenyang di siang hari dan tetap pulas saat acara keluarga.
Kecemasan terhadap orang asing
Memiliki anak adalah urusan keluarga, dan mungkin ini adalah kesempatan pertama Anda untuk memamerkan si kecil. Tapi ingat, bertemu dengan orang baru bisa membuat anak takut. Kecemasan terhadap orang asing akan muncul sekitar usia 8 bulan. Demi mengurangi kemungkinan anak takut ketika ayah mertua Anda mencoba untuk menggendongnya, beri dia waktu untuk berdekatan terlebih dulu dengan mertua Anda. Minta saudara untuk menawarkan mainan kepada si kecil dan tunggu hingga dia perlahan mendekati mereka.
Cobalah untuk menjaga bayi Anda tetap sehat tahun ini. Musim hujan adalah musim penyakit. Kumpulan orang akan menjadi tempat yang sempurna bagi kuman untuk bermukim. Jika bayi Anda masih di bawah 2 bulan dan belum diimunisasi, Dr. McCarthy menyarankan agar Anda menjauhkan bayi Anda dari keramaian dan waspada terhadap siapapun yang memeluknya. Pada kenyataannya, sistem imunnya belum tumbuh sempurna sampai usia 6 bulan. Jadi, mintalah saudara yang ada di sekeliling Anda untuk mencuci tangan mereka serta menjauhi bayi Anda jika sakit.
Jangan fokus pada hadiah dan dekorasi
Anda mungkin ingin menyiapkan hari yang istimewa bagi bayi Anda. Jadi, Anda bersusah payah mendekorasi ruang tamu, menyiapkan makanan berlimpah untuk saudara yang akan datang, serta menghujani anak dengan hadiah. Tak perlu berlebihan. Bayi kecil Anda belum mengerti konsep “hadiah.” Dengan begini Anda justru melakukan semua itu demi diri sendiri, bukan demi dia. “Suami dan saya tidak memberikan hadiah untuk Parker,” kata Rebecca Macdonald dari Aurora, Colorado. “Dia baru 4 bulan, jadi dia pasti tidak akan ingat.”.” Daripada menghujaninya dengan hadiah, beri saja dia sesuatu yang selalu dia suka seperti boneka binatang atau foto dirinya dalam pigura. Begitu juga dengan dekorasi rumah. Shannon Salamone dari New York City, ibu dari Avery yang kini berusia 1 tahun merasakan hal itu. “Saya hampir gila demi mendekorasi,” dia mengenang. “Saya menoleh ke arahnya, berpikir bahwa dia akan takjub. Tapi dia tampak tidak peduli.”
Memulai tradisi
Dengan datangnya anggota baru ke dalam keluarga Anda, tidak ada waktu yang lebih baik untuk memulai tradisi. “Saat memiliki bayi, maka keluarga akan menjadi lebih penting,” kata Robin Goodman, PhD, psikolog dari New York City dengan spesialisasi anak-anak dan keluarga. “Ingatlah masa lalu Anda dan lihat bila ada sesuatu yang bisa Anda limpahkan ke generasi terbaru ini. Tradisi adalah mengenai kenyamanan rutinitas tapi juga saling menghubungkan orang dan generasi.” Anda tidak perlu berlebihan. Bahkan foto keluarga ataupun lagu khusus yang selalu dinyanyikan bersama-sama bisa memberi makna spesial sekaligus menjadi hal utama dalam keluarga yang akan selalu dinanti-nanti.

Bila Balita Anda Mulai Berbohong


 “Bukan aku kok. Tadi si Blecky naik ke meja,” kilah batita Anda ketika ditanya siapa yang menjatuhkan gelas berisi air dari meja makan. Anda tahu anjing peliharaan Anda sedang anteng di halaman rumah, dan di ruang makan hanya ada batita Anda. Tapi dia tetap bersikeras bahwa bukan dia pelakunya. Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah anak saya seorang pembohong?

Balita
Balita
Anda sebenarnya tidak perlu khawatir, karena berbohong sebenarnya adalah bagian dari tahap perkembangan batita. Di usia 2 atau 3 tahun, batita Anda masih belum bisa membedakan antara kenyataan dengan khayalan. Dia pun belum sepenuhnya memahami konsep berbohong karena dia belum mengerti bahwa kebenaran sebenarnya didasarkan pada kenyataan yang terjadi. Sebagai contoh, bila mainannya berserakan di lantai, bisa saja dia mengatakan bahwa dirinya tersandung dan menabrak rak mainan sehingga seluruh mainannya jatuh berantakan.Padahal pada kenyataannya, dia berusaha mengambil satu mainan saja, tapi tanpa sengaja menjatuhkan mainannya yang lain.
Pada tahap usia ini, imajinasi anak sedang berkembang. Menurut beberapa ahli, ketika seorang batita berharap bahwa sesuatu terjadi karena suatu hal, dia bisa memanipulasi kebenaran karena dia percaya bahwa yang dia katakan akan menjadi kenyataan. Misalnya, ketika dia merebut lalu menjatuhkan mainan dari tangan adiknya sehingga adiknya menangis, sebenarnya dia merasa bersalah. Tapi ketika ditanya, bisa saja dia menjawab bahwa si adiklah yang menjatuhkan mainan itu. Jawaban polos itu bisa meluncur mulus dari mulutnya karena dia berharap memang itulah yang terjadi. Dan dia percaya bahwa memang itulah yang seharusnya terjadi.

Penjelasan lain mengenai kebohongan batita adalah sindroma si anak baik (angelic syndrome). Menurut Dra. Endang Retno Wardhani, anak ‘terpaksa’ berbohong karena dia takut dimarahi. “Anak takut tidak bisa memenuhi standard yang diberikan orang tua. Ketika orang tuanya selalu memuji saat dia berbuat baik dan memarahi saat dia berbuat nakal, anak bisa berbohong demi menghindari hukuman, yaitu dimarahi orang tua,” begitu penjelasan psikolog anak yang membuka praktik di Klinik Akita, Bekasi.
Ada kalanya anak berbohong sebagai bentuk reaksi dalam merespons suara Anda. Misalnya, ketika Anda bertanya dengan nada tinggi dan menuduh, “Kamu ya, yang menjatuhkan gelas?” si kecil langsung bisa merasakan adanya nada tidak suka di suara Anda. “Dia tahu akan dimarahi jika menjawab jujur. Akhirnya, spontan dia menjawab, ‘Bukan aku kok.’ Istilahnya, daripada dimarahi, lebih baik bohong,’ kata Dra. Endang.
Meskipun kebohongan adalah bagian dari tahap perkembangan batita, tetap saja hal itu tidak bisa dianggap lalu. Bagaimanapun, Anda perlu mencegah agar berbohong tidak menjadi kebiasaan buruk di kemudian hari. Berikut adalah beberapa hal yang bisa lakukan saat menghadapi kebohongan batita Anda;
  • Jangan Beri Label Negatif. Ingatlah, anak Anda sebenarnya tidak berniat menipu Anda. Yang dia inginkan hanyalah satu hal sederhana, yakni tetap dikenal sebagai anak manis di depan Papa dan Mama. Menyebut dia pembohong tidak akan menyelesaikan masalah. Karena hal itu bisa membuatnya memilih untuk tidak berbagi perasaannya dengan Anda. Alih-alih naik darah, Anda bisa bertanya dengan nada suara yang netral.  Sebagai contoh, ketika anak Anda berkilah telah memakan kue cokelat yang ada di meja, padahal tepi mulutnya penuh dengan remah kue, Anda bisa mengajaknya bercermin lalu berkata dengan tenang, “Tuh, lihat mulut Adek, penuh remah kue. Sekarang Mama tanya sekali lagi, apa betul kamu tidak memakan kue cokelat yang ada di meja makan?”
  • Dorong Kebiasaan Jujur. Adalah lumrah jika Anda merasa kesal apabila batita Anda berbohong. Bagaimanapun, Anda tentu tidak ingin si kecil tumbuh menjadi anak yang terbiasa berbohong demi menutupi kesalahan yang dia buat. Tak perlu menggunakan hukuman atau ancaman demi menerapkan kebiasaan yang baik. Misalnya, ketika si kecil menyalahkan si Blecky atas pecahnya gelas di atas meja, Anda bisa mengatakan, “Mama tidak marah. Tapi kamu harus jujur kepada Mama, apa betul kamu yang menjatuhkan gelas? Sebab Mama tidak melihat ada orang lain di meja makan selain kamu.”
  • Beri penghargaan. Memupuk kebiasaan jujur juga bisa dilakukan dengan memberi penghargaan kepada si kecil yang bersedia mengakui kesalahannya. Puji keberaniannya, misalnya dengan mengatakan, “Mama bangga padamu. Toh Mama tidak marah. Tuh kan, tidak ada salahnya jujur.”
  • Belajar konsekuensi dari perbuatan. Lebih dari pujian, anak juga harus tetap belajar mengenai konsekuensi dari perbuatannya. Seandainya dia mengaku telah merebut mainan temannya, padahal awalnya dia bilang si teman lah yang memberi mainan tersebut, Anda bisa mengatakan, “Kalau begitu, ayo kita bersama-sama menemui temanmu. Dia pasti sedih karena kamu merebut mainannya. Jadi, kamu kembalikan mainan itu lalu minta maaf, oke?!” Dengan demikian, Anda tidak hanya mengajarkan anak untuk mengakui perbuatannya, tapi juga mengarahkannya kepada proses memperbaiki kesalahan yang dia perbuat. Suatu kecakapan yang jauh lebih lebih berguna daripada sekedar merespons interogasi Anda.
  • Turunkan Standard. Tidak jarang orang tua menerapkan standar yang tinggi kepada anak, termasuk soal bersikap manis setiap waktu. Sementara bukanlah tugas mudah bagi seorang anak yang baru berusia 2 atau 3 tahun untuk memenuhi standard perilaku yang ada di keluarga ataupun di masyarakat, karena dia sendiri pun belum cakap dalam sosialiasi. Maka, tak ada salahnya Anda bersikap lunak sedikit. Ciptakan lingkungan yang bersedia menoleransi kesalahan. Bagaimanapun, anak Anda perlu tahu bahwa dirinya akan tetap disayang orang tuanya sekalipun dirinya berbuat nakal.
Anda Juga Berbohong?
Bukanlah hal yang mengejutkan bila anak belajar dengan meniru perilaku orang-orang di lingkungan terdekatnya, dan dalam hal ini adalah orang tuanya. Jadi, bila batita Anda sering berbohong, tidak tertutup kemungkinan jika dia belajar dari Anda. Contoh kebohongan paling umum yang diucapkan orang tua adalah, “Disuntik itu tidak sakit. Seperti digigit semut,”  Mungkin hal ini terdengar sepele, tapi hasilnya belum tentu demikian. Bagi batita, disuntik adalah hal yang menakutkan dan memang menyakitkan. Atau, Anda kerap membohongi si kecil agar bersedia mematuhi perkataan Anda dengan memberinya iming-iming, misalnya dengan berkata, “Kalau kamu mau diam, Mama akan belikan kamu es krim.”  Ketika hal yang Anda ucapkan tidak sejalan dengan kenyataan, si kecil bisa merasa Anda mengkhianati kepercayaannya. Dan bukan tidak mungkin dia melakukan hal yang sama kepada Anda demi mendapatkan yang dia inginkan.
Bangun Rasa Percaya
Anda tentu tidak bisa mengharapkan anak Anda tumbuh menjadi sosok yang bisa dipercaya jika Anda sendiri kerap berbohong. Bagaimanapun, Anda juga perlu meyakinkan anak bahwa Anda bisa dipercaya. Sebagai contoh, ketika mengiming-imingi anak dengan sesuatu, misalnya dengan camilan atau mainan, tepatilah janji tersebut. Jika tidak bisa memenuhi, sebaiknya Anda tidak menggunakan sogokan agar anak bersedia mematuhi Anda. Selain itu, minta maaf lah ketika Anda berbuat salah atau mengecewakan perasaan si kecil. Dengan demikian, dia akan belajar bahwa dia tidak perlu takut mengakui kesalahan

Kenali Autisme Lewat Wajah Anak


Karakteristik wajah seseorang dapat digunakan sebagai petunjuk sebuah penyakit. Peneliti asal Universitas Missouri menemukan, ada perbedaan wajah anak yang memiliki autisme dan anak yang berkembang normal.

Anak autis (doc Corbis)
Anak autis (doc Corbis)
Kristina Aldridge, penulis utama dan asisten profesor anatomi di Universitas Missouri, menemukan ada rahasia di balik ‘wajah cantik’ para anak autis.
“Anak-anak dengan gangguan lain seperti sindrom Down dan sindrom alkohol janin memiliki fitur wajah yang sangat berbeda. Wajah anakautisme memang kurang mencolok, dan sulit membedakan mereka di antara kerumunan anak-anak. Tapi Anda bisa mengenalinya lewat perhitungan matematis,” ungkapnya seperti dikutip MSNBC.
Peneliti mengambil gambar tiga dimensi dari anak-anak dan menemukan anak-anak autismemiliki wajah bagian atas yang lebih luas dengan mata yang lebih lebar. Bagian tengah wajah lebih pendek, termasuk hidung, pipi dan mulut yang lebih lebar. Area philtrum -area di bawah hidung dan di atas bibir bagian atas juga lebih lebar.

Aldridge menganalisis 64 anak laki-laki dengan autisme dan 41 anak laki-laki normal yang sedang tumbuh dan berusia 8-12 tahun. Kesemua anak diambil gambarnya lewat prosedur tiga dimensi. Dia memetakan 17 titik di wajah, seperti sudut mata dan divot di bibir atas.
Semua geometri keseluruhan wajah dihitung lalu dibandingkan antara dua kelompok tersebut. Hasilnya menunjukkan ada perbedaan statistik pada anak-anak autis. Peneliti bahkan melihat perbedaan yang lebih jelas pada sekelompok kecil anak penderitaautisme.
“Mereka menunjukkan perbedaan ciri-ciri klinis dan perilaku,” katanya. “Hal itu memberitahu kita tentang beberapa penyebab autisme.”
Aldridge mengatakan, gambar menunjukkan kaitan perkembangan selama masa embrio di pertengahan trimester pertama kehamilan ketika wajah mulai berkembang. Hal ini dapat membantu peneliti memahami lingkungan atau genetik selama perkembangan dalam rahim yang menyebabkan autisme.
“Temuan memberi penjelasan bahwa penyebab autisme kemungkinan terjadi sebelum kelahiran. Hal ini memungkinkan kita bertolak dari hipotesis secara langsung,” katanya

Alasan Mengapa Anak Kabur dari Rumah


Beberapa tahun belakangan, banyak berita mengenai anak-anak yang lari dari rumah. Hal ini ternyata tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai belahan dunia lainnya. Di Inggris, puluhan ribu anak dikabarkan lari dari rumah setiap tahunnya, tetapi ternyata hanya sekitar seperlima orangtua yang melaporkan kehilangan anak kepada polisi.

Ketika anak merasa tak lagi nyaman dirumahnya atau hidup bersama orangtuanya dengan berbagai konflik maka biasanya mereka akan kabur dari rumah
Ketika anak merasa tak lagi nyaman dirumahnya atau hidup bersama orangtuanya dengan berbagai konflik maka biasanya mereka akan kabur dari rumah
Sekitar 17 persen anak yang lari dari rumah mengatakan bahwa ketika mereka hilang, mereka terus dicari oleh orangtua mereka. Sedangkan 13 persen anak yang lain tidak yakin apakah orangtua mereka berusaha menemukan mereka. Sebuah laporan dari Children’s Society menyatakan, setiap 5 menit ada kasus satu anak lari dari tempat tinggal mereka. Sebagian besar dari mereka ternyata berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Anak-anak dengan keluarga yang tidak harmonis memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk melarikan diri.
Kurang harmonisnya hubungan orangtua dan anak ini lebih banyak disebabkan latar belakang ekonomi, dan status pernikahan orangtua mereka. Anak-anak yang memiliki orangtua yang utuh dan harmonis pasti akan merasakan kasih sayang yang penuh sehingga anak akan merasa bahagia, sehat, dan berhasil di sekolah, dibandingkan anak-anak dari keluarga yang tak harmonis. Laporan ini didasarkan pada wawancara dengan 7.300 remaja dengan usia antara 14 sampai 16 tahun di sekolah-sekolah di Inggris, dan sekitar 84.000 anak-anak lari dari rumah setiap tahunnya.

“Kualitas hubungan keluarga lebih penting daripada faktor ekonomi. Anak yang berusaha melarikan diri biasanya memiliki alasan hubungan yang kurang positif dengan orangtua, dan tingkat konflik keluarga yang tinggi,” ungkap Bob Reitemeier, juru bicara Children’s society.
Dalam penelitian ini juga disebutkan bahwa satu dari lima anak yang berada dalam situasi seperti ini sudah terjadi dalam 12 bulan terakhir. “Anak-anak yang tinggal dengan kedua orangtuanya memiliki tingkat terendah dalam kasus anak yang melarikan diri. Anak-anak yang telah mengalami perubahan keluarga dan konflik selama setahun tiga kali lebih mungkin melarikan diri,” tambahnya.
Lembaga amal ini telah menghabiskan 12 tahun untuk meneliti motivasi anak-anak yang sering melarikan diri dari rumah. “Hasil penelitian menunjukkan bahwa argumen dan konflik keluarga lainnya memainkan peran penting dalam mempengaruhi keputusan anak untuk melarikan diri. Hubungan keluarga miskin berkualitas dan orangtua yang lalai membuat anak-anak merasa tak berdaya,” tukasnya.
Menurut survei, 70.000 anak berusia 14-16 tahun lari dari rumah setiap tahun, namun ternyata hal ini juga dilakukan anak-anak yang lebih tua usianya. Satu dari sembilan anak yang lari dari rumah mengatakan bahwa mereka telah terluka atau dirugikan selama di luar rumah, dan seringkali terpaksa harus mencuri.
“Beberapa anak begitu putus asa sehingga mereka mencuri, beralih ke obat-obatan atau alkohol, atau bahkan disalahgunakan dan mengalami diskriminasi oleh orang lain yang ditemuinya. Tak jarang mereka merasa sendirian dan terlalu putus asa untuk meminta bantuan,” beber Bob.
( Sumber : kompas.com )